Dari Medan Tugas ke Mimbar Akademik: 466 Wisudawan Unhan RI Dikukuhkan, Kapen Seskoad Raih Gelar Bergengsi M.Han di Hadapan Menhan

Sentul || MEDIA JURNALPOST– Suasana khidmat menyelimuti Aula Merah Putih, Kampus Universitas Pertahanan Republik Indonesia di Sentul, Kabupaten Bogor, saat 466 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Tahun 2026, Kamis (9/4/2026).

Momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol lahirnya kader-kader intelektual pertahanan yang siap mengemban amanah bangsa di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, yang hadir memberikan penghormatan sekaligus harapan besar kepada para lulusan.

Dalam nuansa penuh kebanggaan, satu per satu wisudawan melangkah menuju panggung kehormatan—membawa serta dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang telah ditempa selama masa pendidikan.

Letkol Arm M. Dastin Meta Swandana, SE., SH., MH., M.Han

Di antara ratusan wisudawan, sosok M. Dastin Meta Swandana mencuri perhatian.

Alumni Akademi Militer tahun 2008 yang kini menjabat sebagai Kepala Penerangan Seskoad (Kapen Seskoad) itu berhasil menorehkan capaian akademik dengan meraih gelar Magister Pertahanan (M.Han) dari Program Studi Strategi Pertahanan Darat.

Pencapaian ini menambah deretan gelarnya menjadi SE, SH, MH, dan M.Han—sebuah kombinasi keilmuan yang merepresentasikan kekuatan intelektual sekaligus profesionalisme militer.

“Alhamdulillah, terima kasih atas support dan doa dari keluarga serta sahabat yang telah mengiringi proses ini hingga selesai dengan baik dan sesuai harapan,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur, mencerminkan perjalanan panjang yang tidak hanya mengandalkan kemampuan pribadi, tetapi juga dukungan moral dari orang-orang terdekat.

Wisuda ini menjadi titik kulminasi dari Tahap Pendidikan (Tupdik) yang telah dilalui para peserta. Lebih dari sekadar kelulusan, pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka ini menandai transformasi dari peserta didik menjadi pemikir strategis pertahanan yang siap menjawab tantangan zaman.

Di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi penjaga kedaulatan, tetapi juga arsitek masa depan pertahanan negara.

Ilmu yang mereka genggam kini menjadi bekal untuk memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya pada matra darat—tempat di mana strategi, keberanian, dan intelektualitas berpadu dalam satu garis pengabdian.

Selamat kepada para wisudawan. Negeri menanti kiprah terbaik kalian.(*)

Lebih baru Lebih lama