Darma Wangsa Nusantara Tebar Asa di Balik Jeruji, Pendidikan Kesetaraan Hadir di Lapas Majalengka

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST– Tembok pemasyarakatan tidak lagi menjadi batas bagi harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Komitmen menghadirkan pendidikan bagi warga binaan kembali diperkuat setelah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka berencana menjalin kemitraan dengan PKBM Darma Wangsa Nusantara melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, Kamis (4/6/2026).

Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memastikan hak memperoleh pendidikan tetap dapat diakses oleh narapidana maupun anak binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di dalam lapas.

Pendidikan dipandang bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan sarana membangun kembali kepercayaan diri, karakter, dan masa depan mereka.

Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara, yang mewadahi PKBM Darma Wangsa Nusantara dan LPK Darma Wangsa, Iwan Gunawan SPd.I menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun kembali masa depan warga binaan.

Menurutnya, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara yang tidak boleh hilang hanya karena seseorang sedang menjalani masa pidana"

"Justru di lingkungan pemasyarakatan, pendidikan memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai instrumen transformasi diri dan rekonstruksi masa depan,"

"Kami meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berubah dan berkembang apabila diberikan kesempatan yang sama untuk belajar," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa PKBM Darma Wangsa Nusantara yang berada di bawah naungan Yayasan Pancar Kalijati Nusantara tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah pembentukan Komunitas Mantan Narapidana Garuda Utama Nusantara.

Wadah ini bertujuan membantu para mantan narapidana agar dapat kembali berbaur di tengah masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta menghindari tindakan pidana berulang.

Selain itu, komunitas tersebut diharapkan mampu memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga warga binaan, baik dalam bidang pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi.

"Harapan kami, para mantan warga binaan memiliki ruang untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Iwan.

Pria yang akrab disapa Kang Papau ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap warga binaan dan keluarganya sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif.

"Bismillah, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus menghadirkan manfaat bagi warga binaan, keluarga warga binaan, maupun masyarakat yang membutuhkan perhatian. Mari bersama mewujudkan Majalengka langkung sae, Jawa Barat istimewa, dan Nusantara yang semakin maju," pungkas Kang Papau.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Majalengka dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan lapas, termasuk Kepala Lapas, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, serta petugas registrasi yang terlibat dalam program pembinaan warga binaan.

Hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, yakni Dr. Joko Setiyono, bersama Ketua Yayasan PKBM Dharma Wangsa Nusantara, Iwan Gunawan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.(*)

Lebih baru Lebih lama