Tegal || MEDIA JURNALPOST— Di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan daerah yang terus bergerak cepat, FORUM JATENG BERSATU (FORJAB) kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah, Senin, (11/5/2026).
Melalui laporan kinerja triwulan yang disampaikan kepada jajaran Kesbangpol Kabupaten Tegal, organisasi ini menunjukkan bahwa kerja sosial tidak cukup hanya hadir dalam wacana, tetapi harus terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi publik.
Ketua Umum FORJAB, Riyati, bersama jajaran pengurus hadir langsung dalam agenda evaluasi rutin tersebut.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif itu menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan sinergi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah daerah demi menjaga stabilitas sosial, politik, dan pembangunan di Kabupaten Tegal.
Pada Bidang Politik dan Pemerintahan, laporan diterima oleh Hasto dari Kominfo yang menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara forum masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, sinergi yang dibangun FORJAB menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas politik daerah sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bidang Komunikasi dan Informasi mendapat apresiasi dari Yuznia atas langkah FORJAB dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disinformasi, FORJAB dinilai mampu menghadirkan komunikasi publik yang sehat, edukatif, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ruang informasi yang bertanggung jawab.
Apresiasi juga datang dari Bidang Hubungan Masyarakat. Laporan yang diterima Arif BBM menegaskan keberhasilan FORJAB dalam menjalin komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat.
Pendekatan humanis yang dibangun organisasi tersebut dinilai berhasil meningkatkan partisipasi publik dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Tegal.
Dalam keterangannya, Riyati menegaskan bahwa FORJAB tidak ingin hanya menjadi organisasi yang hadir secara administratif, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, berbagai program pendampingan masyarakat terus dijalankan di berbagai sektor sebagai bentuk pengabdian nyata kepada publik.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap program organisasi memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Kami ingin FORJAB menjadi jembatan kolaborasi yang memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah,” ujar Riyati.
Kegiatan evaluasi triwulan ini bukan sekadar agenda formalitas organisasi, melainkan cerminan keseriusan FORUM JATENG BERSATU dalam menjaga akuntabilitas, memperkuat transparansi program, dan memastikan seluruh gerak organisasi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Tegal.
Di tengah perubahan zaman, FORJAB mencoba membuktikan bahwa organisasi masyarakat tetap dapat menjadi cahaya penggerak kebersamaan dan pembangunan daerah.(*)
(Muji)
