Majalengka|| MEDIA JURNALPOST— Dalam suasana yang sarat makna dan tanggung jawab moral terhadap masa depan daerah, DPRD Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Senin (30/03/2026).
Forum tertinggi legislatif daerah ini menjadi panggung refleksi sekaligus proyeksi arah pembangunan, ketika Bupati Majalengka memaparkan capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun 2025 dengan nada optimisme yang terukur dan argumentasi yang berbasis data.
Dalam penyampaiannya, Bupati mengungkapkan bahwa indikator makro ekonomi Kabupaten Majalengka menunjukkan tren yang tidak hanya positif, tetapi juga progresif.
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tercatat meningkat dari 6,38 persen pada tahun 2024 menjadi 6,86 persen pada tahun 2025. Bahkan, pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi sempat melesat hingga 9,01 persen—sebuah capaian yang mencerminkan akselerasi pembangunan yang nyata.
“Capaian ini menjadikan Kabupaten Majalengka sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Barat, sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di angka 5,32 persen,” ujar Bupati, menegaskan posisi strategis Majalengka dalam peta ekonomi regional.
Dari sisi fiskal, kinerja pemerintah daerah juga menunjukkan disiplin dan efektivitas pengelolaan anggaran. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,167 triliun atau 101,12 persen dari target yang ditetapkan.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun melampaui ekspektasi dengan capaian Rp721,515 miliar atau 100,80 persen.
Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp3,039 triliun dari alokasi Rp3,143 triliun, dengan porsi terbesar diarahkan pada pelayanan dasar yang menyerap Rp1,794 triliun—sebuah bukti keberpihakan pada kebutuhan fundamental masyarakat.
Lebih jauh, dimensi kesejahteraan sosial turut menunjukkan perbaikan yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,37 menjadi 72,37 poin, menempatkan Majalengka sebagai yang tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.
Penurunan angka kemiskinan sebanyak 5.910 jiwa hingga mencapai 10,31 persen, serta menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,62 persen, terendah dalam lima tahun terakhir menjadi indikator nyata bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak bersifat semu, melainkan inklusif.
Di sektor kesehatan, capaian angka harapan hidup yang mencapai 75,32 tahun—melampaui target awal 71,65 tahun—menjadi refleksi keberhasilan pembangunan yang menyentuh kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Tidak hanya itu, sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga berhasil meraih 18 penghargaan dari berbagai institusi, sebagai pengakuan atas kinerja, inovasi, dan dedikasi dalam tata kelola pemerintahan.
Menutup penyampaiannya, Bupati menekankan bahwa seluruh capaian tersebut bukanlah hasil kerja satu pihak semata, melainkan buah dari sinergi kolektif antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat.
“Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan Majalengka yang langkung sae (lebih baik),” tutupnya penuh harap.
Rapat paripurna ini bukan sekadar laporan tahunan, melainkan cermin perjalanan sekaligus kompas arah pembangunan—bahwa Majalengka tengah melangkah mantap menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan bermartabat.(*)
(Herfir)
