Majalengka|| MEDIA JURNALPOST— Suasana penuh kehangatan dan keikhlasan menyelimuti ruang pertemuan saat DPRD Kabupaten Majalengka menggelar acara halal bihalal bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, Senin (30/03/2026).
Momen ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang batin untuk merajut kembali kebersamaan, menguatkan komitmen, serta meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai pengabdian kepada masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Majalengka, H. Didi Supriadi, bersama jajaran pimpinan dewan, yakni Wakil Ketua I dari Fraksi PKS, H. Deden Hardian Narayanto, Wakil Ketua II dari Fraksi Golkar, H. Asep Eka Mulyana, serta Wakil Ketua III dari Fraksi PKB, H. Juhana Zulfan.
Kehadiran para anggota dewan beserta keluarga menambah nuansa kekeluargaan yang begitu terasa dalam setiap sudut acara.
Turut hadir Sekretaris Dewan, Andi Hermawan, bersama jajaran, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Majalengka yang menunjukkan soliditas antar unsur pimpinan daerah.
Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman dan Wakil Bupati, Dena Muhamad Ramdan, berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Daerah, Aeron Randi beserta jajaran Sekretariat Daerah.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD H. Didi Supriadi menegaskan bahwa halal bihalal adalah ruang spiritual sekaligus sosial untuk membersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi.
Dengan penuh kerendahan hati, ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, dan pimpinan DPRD kepada seluruh jajaran pemerintah daerah serta masyarakat Kabupaten Majalengka.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya membangun sinergitas yang kokoh antar lembaga pemerintahan.
Baginya, kolaborasi yang dilandasi keikhlasan dan rasa saling menghargai merupakan fondasi utama dalam mewujudkan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka, H. Anwar Sulaeman.
Dalam pesannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Idul Fitri 1447 H sebagai momentum kembali kepada fitrah yakni membersihkan jiwa, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Halal bihalal ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi kolektif tentang arti pengabdian, kebersamaan, dan tanggung jawab moral dalam membangun Majalengka yang lebih maju, harmonis, dan bermartabat.(*)
(Herfir)
