118 Nahkoda Sekolah Bergeser, Pendidikan Majalengka Menata Arah Masa Depan


Majalengka || JURNALPOST —
Menjelang penutupan tahun 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka menggerakkan roda pembaruan.


Sebanyak 118 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP resmi menjalani rotasi jabatan—sebuah langkah strategis yang bukan sekadar pergantian posisi, melainkan peneguhan amanah demi masa depan generasi penerus.


Rotasi ini menjadi penanda bahwa pendidikan Majalengka tak berhenti berjalan; ia bergerak, bertumbuh, dan berikhtiar memberi dampak nyata.


Dalam setiap pergeseran, tersimpan harapan agar sekolah-sekolah kian bernapas segar, dikelola dengan kepemimpinan yang kredibel, dan berorientasi pada mutu.


Mewakili Bupati Majalengka, Kepala Dinas Pendidikan H. Rd. Umar Ma’aruf, S.Sos., M.Si. menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari program Disdik.


Sejak 2023, banyak sekolah dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).


Hadirnya Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah membawa perubahan signifikan dalam pola rekrutmen—lebih terukur, lebih profesional, dan berlandaskan standar nasional.


Rotasi tersebut telah diusulkan sejak Juli 2025 melalui Sistem Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS).


“Walaupun pengangkatan kepala sekolah dari TK hingga SMP merupakan kewenangan terhormat Bapak Bupati, namun standarisasi calon kepala sekolah berlaku secara nasional, sesuai undang-undang tentang guru dan dosen,” ujar Umar, didampingi Kepala BKPSDM, Senin (29/12/25).


Setelah melalui proses panjang dan seleksi yang ketat, Bupati Majalengka akhirnya menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada para kepala sekolah terpilih.


“97 rotasi, 18 formasi, dan tambahan TK—total 118 semuanya,” ungkap Umar.


Lebih dari angka, rotasi ini diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin sekolah yang berintegritas, cakap manajerial, dan memenuhi syarat formal sesuai sistem KSPS—mampu menggerakkan ekosistem pendidikan menuju kualitas yang berkelanjutan.


Kabar baik pun mengiringi langkah ini. Umar menyampaikan bahwa akreditasi nasional pendidikan Majalengka di setiap jenjang meraih predikat A.


“Alhamdulillah, prestasi pendidikan kita terbaik kedua di Jawa Barat setelah Garut,” tandasnya.


Di penghujung tahun, Majalengka memilih menata arah. Sebab pendidikan bukan sekadar rutinitas, melainkan janji panjang kepada masa depan—dan 118 nahkoda baru kini bersiap mengemudikannya. (*)

(Ewin)

Lebih baru Lebih lama