Modusnya tak lagi sebatas menyebarkan iklan di dunia maya, tetapi telah menyasar akun media sosial milik masyarakat untuk dijadikan alat penyebaran promosi secara masif.
Peristiwa tersebut menimpa Pemimpin Redaksi Media Online dan Cetak ABCHANNEL.ID, Abdullah, pada Selasa malam (5/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Dalam hitungan menit, akun Facebook pribadinya diduga berhasil diambil alih oleh pihak tak bertanggung jawab dan digunakan untuk mengirimkan ratusan pesan berisi foto, tautan, serta promosi aplikasi judi online kepada para pengguna Facebook yang berada dalam daftar pertemanannya.
Ironisnya, pemilik akun sama sekali tidak mengetahui aktivitas tersebut hingga seorang rekan menghubunginya melalui WhatsApp.
Rekannya mengirimkan tangkapan layar yang memperlihatkan akun Facebook Abdullah sedang menyebarkan promosi judi online.
Menyadari adanya kejanggalan, Abdullah langsung memeriksa akun Facebook miliknya. Hasil pemeriksaan membuatnya terkejut. Kotak pesan dipenuhi aktivitas yang tidak pernah ia lakukan, sementara ratusan pesan promosi telah lebih dahulu terkirim kepada banyak pengguna.
"Saya melihat ada banyak pesan keluar dan masuk yang terasa aneh. Tidak lama kemudian teman mengirimkan tangkapan layar melalui WhatsApp yang menunjukkan akun Facebook saya mengirim promosi judi online lengkap dengan tautan dan foto aplikasinya," ungkap Abdullah, Kamis (6/8/2026).
Tak hanya itu, pemeriksaan terhadap riwayat keamanan akun menunjukkan adanya sejumlah akses masuk dari lokasi yang tidak dikenal di luar negeri, di antaranya Bangladesh, Nigeria, dan California. Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa akun telah dibajak melalui akses ilegal.
Berpacu dengan waktu, Abdullah bersama putranya segera melakukan serangkaian langkah pengamanan, mulai dari mengganti kata sandi hingga mengamankan sistem keamanan akun.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 00.10 WIB, akun Facebook berhasil dipulihkan dan kembali berada di bawah kendali pemiliknya.
"Saya cek ternyata ada login dari berbagai lokasi di luar negeri, seperti Bangladesh, Nigeria, dan California. Alhamdulillah, dengan bantuan anak saya akun berhasil diamankan kembali. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang," tuturnya.
Atas insiden tersebut, Abdullah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna Facebook yang sempat menerima pesan promosi judi online dari akun pribadinya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pesan tersebut bukan dikirim olehnya, melainkan diduga dilakukan oleh pelaku pembajakan yang memanfaatkan akun korban sebagai sarana penyebaran promosi judi online.
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa ancaman kejahatan digital terus berkembang dengan pola yang semakin agresif.
Pelaku tidak hanya mencuri akses akun, tetapi juga memanfaatkan kepercayaan antarpertemanan di media sosial untuk memperluas penyebaran konten ilegal.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda pada setiap akun, serta rutin memeriksa riwayat login.
Apabila ditemukan aktivitas mencurigakan, pengguna disarankan segera mengganti kata sandi dan mengamankan akun agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, keamanan akun media sosial bukan lagi sekadar urusan privasi, melainkan bagian penting dari perlindungan terhadap penyalahgunaan identitas dan penyebaran aktivitas ilegal yang dapat merugikan banyak pihak.(*)
