Kalah di Final, Harga Diri Bobotoh Justru Menang: Ateng Sutisna Sebut Kedewasaan Suporter Majalengka sebagai Kemenangan Sesungguhnya

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Trofi memang belum berhasil kembali ke Bandung, tetapi satu kemenangan yang tak dapat diukur dengan angka justru lahir dari halaman Saung Nganteur Kahayang.

Ribuan Bobotoh Majalengka menunjukkan bahwa loyalitas sejati tidak berhenti ketika peluit akhir berbunyi atau ketika impian mengangkat piala harus tertunda.

Suasana nonton bareng (nobar) final Piala Presiden 2026 yang digelar di Saung Nganteur Kahayang, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Kamis (6/8/2026), menjadi gambaran nyata bahwa kecintaan kepada Persib Bandung tidak dibangun semata oleh kemenangan, melainkan oleh rasa memiliki, solidaritas, dan kedewasaan dalam menerima hasil pertandingan.

Anggota DPR RI Ir. H. Ateng Sutisna, MBA., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh Bobotoh yang hadir.

Menurutnya, sikap tertib dan sportif yang ditunjukkan para pendukung Persib merupakan kemenangan moral yang jauh lebih bernilai dibanding euforia sesaat karena mengangkat trofi.

"Kebanggaan saya malam ini bukan hanya karena melihat ribuan Bobotoh berkumpul, tetapi karena semuanya mampu menjaga ketertiban. Tidak ada keributan, tidak ada tindakan yang mencederai sportivitas. Inilah wajah Bobotoh yang dewasa dan patut menjadi contoh," ungkap Ateng.

Ia mengajak seluruh pendukung Maung Bandung agar tidak larut dalam kekecewaan. Baginya, kekalahan hanyalah bagian dari perjalanan sebuah tim besar yang telah berkali-kali membuktikan kualitasnya.

"Jangan pernah goyah mencintai Persib. Hari ini mungkin belum menjadi milik kita, tetapi saya yakin masa kejayaan akan kembali datang. Persib tetap menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, dan kesetiaan Bobotoh adalah energi terbesar bagi kebangkitan tim," tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Viking Alengka Majalengka, Babam, menilai padatnya jadwal pertandingan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa para pemain pada laga puncak. 

Namun ia meyakini kualitas Persib tidak akan luntur hanya karena satu hasil pertandingan.

Menurutnya, kompetisi Liga 1 menjadi momentum bagi Maung Bandung untuk kembali menunjukkan dominasinya.

"Saya optimistis Persib mampu bangkit dan kembali menorehkan sejarah. Jika berhasil menjadi juara liga untuk keempat kalinya secara berturut-turut, itu akan menjadi prestasi luar biasa yang tidak mudah disamai klub lain," katanya.

Babam juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia, aparat keamanan, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan nobar sehingga berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto, ST menegaskan bahwa loyalitas seorang Bobotoh tidak pernah ditentukan oleh hasil akhir pertandingan.

Dengan penuh keyakinan ia mengucapkan kalimat yang telah menjadi simbol kecintaan terhadap Maung Bandung.

"Persib nu aing. Menang atawa éléh, tetep Persib nu aing."

Ungkapan sederhana itu seolah mewakili suara ribuan Bobotoh yang memadati lokasi nobar malam itu.

Kekalahan di partai final memang menyisakan rasa kecewa, namun tidak sedikit pun mengurangi kebanggaan mereka terhadap klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Persib mungkin belum membawa pulang trofi Piala Presiden 2026, tetapi Bobotoh Majalengka telah menunjukkan kemenangan yang sesungguhnya—kemenangan atas emosi, kemenangan dalam menjaga persaudaraan, dan kemenangan dalam membuktikan bahwa sportivitas adalah mahkota tertinggi bagi setiap pencinta sepak bola. Dukungan mereka tetap menyala, menanti saat Maung Bandung kembali bangkit dan menorehkan sejarah baru.(*)

Lebih baru Lebih lama