Abdul Toyib Dorong Pencak Silat Tak Berhenti pada Seremoni, Pembinaan dan Anggaran Harus Berjalan


MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Dukungan terhadap pelestarian budaya pencak silat terus mengemuka di Kabupaten Majalengka.

Anggota DPRD Majalengka dari Fraksi Golkar, Abdul Toyib, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus ruang pembentukan karakter generasi muda.

Hal tersebut disampaikannya di sela kegiatan Majalengka Sport Jawara Pencak Silat ke-3 yang digelar di Alun-Alun Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Jumat (23/10/2026).

Menurut Abdul Toyib, kecintaan terhadap budaya lokal perlu ditanamkan sejak usia dini.

Anak-anak tidak cukup hanya mengenal pencak silat sebagai seni bela diri, tetapi juga perlu didorong untuk mempelajari dan menghidupkan tradisi tersebut, baik melalui seni ibing pencak silat maupun kejuaraan.

Baginya, pencak silat memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar pertandingan. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang kedisiplinan, keberanian, penghormatan, sportivitas, dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.

“Anak-anak harus lebih mencintai budaya sendiri, terutama pencak silat, baik ibing maupun kejuaraan. Terlebih di Jatiwangi, tradisi dan semangat seperti ini perlu terus kita dorong agar tetap hidup dan berkembang,” demikian penekanan Abdul Toyib mengenai pentingnya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pencak silat.

Tak hanya berbicara mengenai pelestarian budaya, legislator Fraksi Golkar tersebut juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran untuk menunjang keberlanjutan kegiatan dan pembinaan pencak silat.

Ia menyatakan akan mendorong dinas terkait agar memberikan dukungan anggaran sesuai kebutuhan, sehingga pengembangan pencak silat tidak hanya bergantung pada semangat para pelaku seni dan olahraga, tetapi juga ditopang perhatian serta dukungan pemerintah daerah.

“Ke depan, saya akan mendorong dinas terkait supaya bisa mendukung dengan anggaran sesuai kebutuhan," menjadi komitmen yang disampaikannya terkait penguatan dukungan bagi kegiatan pencak silat.

Dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan langkah nyata dan berkesinambungan.

Dukungan anggaran yang tepat, pembinaan atlet, ruang pertunjukan seni, serta penyelenggaraan kompetisi dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pencak silat di tengah perubahan zaman.

Melalui Majalengka Sport Jawara Pencak Silat ke-3, harapan untuk melahirkan generasi muda yang mencintai budaya sekaligus berprestasi kembali mendapat ruang.

Dukungan Abdul Toyib diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, pelaku seni, perguruan pencak silat, dan masyarakat.

Sebab, menjaga pencak silat bukan sekadar merawat gerakan warisan leluhur. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan ikhtiar menjaga jati diri budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus Majalengka.(*)

Keterangan: Foto bantuan AI

Lebih baru Lebih lama