Menjawab aspirasi tersebut, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah pada tahun 2026.
Hal itu disampaikan Bupati Eman saat memberikan keterangan di Pendopo Majalengka, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, fokus pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari program yang telah dirancang bersama Wakil Bupati dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kami memahami bahwa masyarakat menginginkan perbaikan jalan dilakukan secepatnya. Karena itu, pada tahun 2026 kami fokus pada pembangunan jalan dan jembatan tanpa mengabaikan program pengentasan kemiskinan serta kebutuhan pembangunan lainnya," ujar Eman.
Ia menjelaskan, tahun ini terdapat 284 titik pembangunan dan perbaikan jalan maupun jembatan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan dukungan anggaran lainnya.
Program tersebut saat ini sedang berjalan secara bertahap sesuai perencanaan dan tahapan yang telah ditetapkan.
Bahkan, dari total proyek yang direncanakan tersebut, sekitar 100 proyek infrastruktur telah mulai dilaksanakan dan sebagian di antaranya sedang dalam tahap pengerjaan di lapangan. Pemerintah daerah optimistis progres pembangunan akan terus meningkat pada semester kedua tahun ini.
Menurut Eman, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya menjadi keluhan warga kini mulai diperbaiki secara bertahap.
Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap wilayah mendapatkan perhatian sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Selain dukungan dari APBD melalui DAU, Pemkab Majalengka juga aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk memperkuat pendanaan pembangunan.
Salah satu hasilnya adalah dukungan pembangunan 41 jembatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Meski demikian, Bupati mengakui percepatan pembangunan tidak selalu berjalan sesuai harapan masyarakat.
Setiap proyek harus mengikuti mekanisme dan prosedur pengadaan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
"Keinginan kami tentu bergerak cepat. Namun ada tahapan lelang, evaluasi administrasi, dan berbagai ketentuan yang harus dipenuhi agar seluruh proses berjalan sesuai aturan," jelasnya.
Di sisi lain, kondisi fiskal daerah juga menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlaku.
Situasi tersebut membuat pemerintah daerah harus cermat dalam menentukan prioritas pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Majalengka tetap optimistis target pembangunan infrastruktur dapat tercapai. Perbaikan jalan dan jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Majalengka.
Bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak, progres pembangunan yang kini mulai terlihat menjadi sinyal bahwa aspirasi mereka sedang dijawab melalui kerja nyata dan pembangunan yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah.(*)
