Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga biliar nomor ganda 9 bola, ketika Direktur Rumah Sakit, dr. Ega Bramasta Akidapi, MM.RS sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi Majalengka.
Prestasi prestisius tersebut diraih dr. Ega yang berduet dengan Udin Bertand dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Spot Biliard Cirebon, Selasa (23/6/2026).
Keduanya tampil penuh percaya diri, menunjukkan ketenangan, kecermatan, serta kemampuan membaca permainan yang luar biasa sejak babak awal hingga partai puncak.
Perjalanan menuju podium tertinggi tidak diraih dengan mudah. Pada fase penyisihan hingga semifinal, pasangan Majalengka ini harus menghadapi perlawanan sengit dari pasangan tuan rumah Kota Cirebon.
Namun dengan permainan yang disiplin dan strategi yang terukur, mereka berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 4-2.
Memasuki babak final, atmosfer pertandingan semakin menegangkan. Setiap pukulan menjadi penentu, setiap keputusan membutuhkan ketelitian tinggi.
Di tengah tekanan yang begitu besar, dr. Egga dan Udin Bertand mampu menjaga fokus, menyusun strategi penempatan bola secara cerdas, dan menampilkan permainan yang nyaris tanpa celah.
Ketekunan dan konsistensi tersebut akhirnya berbuah manis. Keduanya berhasil mengunci kemenangan sekaligus mempersembahkan medali emas pertama yang sangat dinantikan oleh seluruh kontingen dan masyarakat Kabupaten Majalengka.
Usai menerima medali, dr. Ega mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian yang berhasil diraih.
Ia menilai persaingan cabang olahraga biliar pada PORSENITAS XIII tahun ini berlangsung sangat kompetitif dengan kualitas atlet yang merata.
"Persaingan di cabor biliar pada ajang Porsenitas tahun ini diakui sangat ketat. Raihan medali emas ini merupakan wujud dedikasi dan persembahan terbaik kami untuk mendukung visi 'Majalengka Langkung Sae' dalam semangat kebersamaan Porsenitas ke-XIII," ujar dr. Ega.
PORSENITAS XIII Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Harmoni Caruban Nagari: Menembus Batas, Mengukir Prestasi”, yang menjadi simbol penguatan persaudaraan sekaligus kompetisi sehat antar daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam wadah kerja sama regional KUNCI BERSAMA.
Keberhasilan dr. Ega Bramasta Akidapi dan Udin Bertand bukan sekadar tambahan medali bagi Majalengka.
Lebih dari itu, emas perdana ini menjadi suntikan moral yang berharga, membangkitkan optimisme serta memperkuat semangat juang seluruh atlet Majalengka yang masih berjuang di berbagai cabang olahraga dan seni.
Kini, harapan masyarakat Majalengka semakin membuncah. Emas pertama telah berhasil dipersembahkan, dan langkah menuju torehan prestasi yang lebih besar di PORSENITAS XIII pun kian terbuka lebar.(*)
