Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Fraksi PDI Perjuangan, Rinna Sri Isdiyati, S.E, turun langsung menyapa masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus mempererat silaturahmi dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara rakyat dan wakil rakyat. Di hadapan warga, Rinna mendengarkan berbagai masukan, harapan, serta persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pembangunan lingkungan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, mendengar langsung suara masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat. Aspirasi yang diterima akan menjadi bahan perjuangan dalam menjalankan tugas dan fungsi legislasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rinna juga menyerahkan bantuan berupa sejadah untuk musholla setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap sarana ibadah masyarakat. Bantuan tersebut disambut hangat oleh warga dan pengurus musholla yang hadir dalam kegiatan Haul Bung Karno.
Menariknya, pelaksanaan Haul Bung Karno kali ini dipusatkan di lingkungan musholla. Saat ditanya alasan memilih lokasi tersebut, Rinna menjelaskan bahwa hal itu memiliki makna historis yang erat dengan kiprah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
"Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Bung Karno memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan rumah ibadah. Beliau berperan dalam mengurus dan mendorong berdirinya berbagai masjid, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Karena itu, kami memilih musholla sebagai tempat pelaksanaan haul agar masyarakat juga mengenal sisi religius dan kontribusi besar Bung Karno dalam syiar Islam serta pembangunan peradaban bangsa," ujar Rinna, didamping Ketua PAC Panyingkiran, H. Jalil.
Ia menambahkan, Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai proklamator dan negarawan besar, tetapi juga sosok yang memahami pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Haul ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk mengambil teladan dari perjuangan Bung Karno. Semangat gotong royong, persatuan, kecintaan kepada rakyat, serta penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus," tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tahlilan dan doa bersama di musholla setempat. Tokoh masyarakat, warga, serta para peserta yang hadir khusyuk memanjatkan doa untuk para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno, serta mendoakan keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Di bawah lantunan doa yang menggema, Haul Bung Karno di Desa Bonang tidak hanya menjadi ruang mengenang jasa sang Proklamator, tetapi juga menjadi simbol pertemuan antara nilai kebangsaan, spiritualitas, dan pengabdian kepada rakyat. Sebuah pesan bahwa perjuangan Bung Karno akan terus hidup selama semangat persatuan, kepedulian sosial, dan cinta tanah air tetap menyala di hati masyarakat.(*)
