Sebelumnya, demonstrasi berlangsung tertib dengan diwarnai orasi serta pembentangan spanduk tuntutan.
Massa mendesak DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menelusuri dugaan penyimpangan anggaran senilai Rp39,6 miliar yang dikaitkan dengan kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu.
Dalam aksinya, massa menilai perlu adanya langkah serius dan transparan dari lembaga legislatif untuk mengusut dugaan persoalan anggaran tersebut.
Sejumlah perwakilan DPRD sempat menemui peserta aksi dan menyatakan siap menampung aspirasi yang disampaikan.
Namun, situasi mulai berubah ketika sebagian massa menolak bernegosiasi melalui perwakilan dewan dan meminta bertemu langsung dengan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Setelah menyampaikan aspirasi di depan DPRD, massa kemudian melakukan long march menuju Pendopo Kabupaten Indramayu untuk menemui Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Koordinator aksi, Rahmad Hidayat, dalam orasinya tidak hanya menyoroti persoalan PDAM, tetapi juga mengkritik kondisi pendidikan dan tata kota di Indramayu.
Ia menilai perhatian terhadap sektor pendidikan masih belum optimal, termasuk persoalan sampah yang dinilai masih menjadi wajah persoalan lingkungan di sejumlah titik wilayah kota.
“Pendidikan di Indramayu masih minim perhatian. Begitu juga persoalan sampah yang masih terlihat menumpuk di pinggir jalan,” ujar Rahmad di hadapan peserta aksi.
Ketegangan mulai meningkat ketika sebagian peserta aksi terlibat saling dorong dengan aparat keamanan.
Situasi memuncak setelah beberapa orang diduga melepaskan dan melempar ular ke arah barisan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan.
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan di sekitar lokasi aksi. Aparat keamanan kemudian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah kericuhan meluas.
Hingga Kamis sore, area sekitar pendopo masih dijaga ketat aparat gabungan guna mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.
Belum ada keterangan resmi terkait kemungkinan korban maupun tindak lanjut hukum atas insiden tersebut.(*)
(Wahidin)
