Pemuda Bergerak, Pendidikan Menguat: Sinergi Karang Taruna dan Disdik Majalengka di Fun Bike


MAJALENGKA|| MEDIA JURNALPOST— Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa berbeda di Kabupaten Majalengka.

Bukan sekadar seremoni, momentum bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini diwujudkan melalui gerakan nyata: Fun Bike yang memadukan olahraga, edukasi, dan kesadaran sosial.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka dengan Karang Taruna Kecamatan Majalengka.

Di bawah komando Ketua Karang Taruna Kecamatan Majalengka, Anggi Wiguna Juhara, para pemuda tampil sebagai motor penggerak perubahan, mengajak masyarakat kembali pada pola hidup sehat sekaligus peduli lingkungan.

“Karang Taruna harus hadir sebagai bagian dari solusi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan partisipasi pemuda dalam menjawab isu global, seperti penghematan energi dan bahan bakar minyak (BBM),” ujar Anggi dalam sambutannya, Minggu, (3/5/2026).

Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral sebagai agent of change.

Fun Bike bukan hanya ajang rekreasi, tetapi juga simbol gerakan kolektif untuk membangun Majalengka yang lebih baik, sejalan dengan visi “Langkung Sae”.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi upaya nyata mengubah paradigma masyarakat terhadap Karang Taruna—dari stigma negatif menuju organisasi yang produktif, solutif, dan berdampak positif.

“Kami ingin membuktikan bahwa Karang Taruna adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam menjawab persoalan sosial,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, yang menyampaikan terima kasih atas inisiatif para pemuda.

Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan arahan nasional terkait penghematan energi.

“Sepeda adalah jawaban sederhana dari arahan Presiden untuk hidup hemat energi. Ini bisa menjadi awal dari budaya hidup sehat di masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga mengajak para kepala sekolah dan guru untuk menjadikan Hardiknas sebagai momen refleksi. Ia menekankan bahwa tanggung jawab pendidik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

“Perhatikan kondisi sekitar. Pastikan sekolah bersih, aman, dan nyaman. Jika ada bangunan yang rusak, segera ditindaklanjuti. Pendidikan bermutu harus didukung lingkungan yang representatif bagi anak-anak,” tegasnya.

Tak hanya bersepeda, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat, memperkuat pesan bahwa pendidikan, kesehatan, dan lingkungan merupakan satu kesatuan dalam membangun kualitas hidup.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pihak Wisata Keliling Dunia yang telah memfasilitasi lokasi kegiatan, sehingga acara berlangsung meriah dan penuh makna.

Di tengah kayuhan sepeda yang menyusuri jalanan Majalengka, terselip harapan besar: bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari gerakan sederhana yang dilakukan bersama.

Hardiknas 2026 pun menjadi bukti bahwa ketika semua elemen bersatu, pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan keniscayaan yang sedang diperjuangkan.(*)

Lebih baru Lebih lama