Ribuan Kader Padati Saung Nganteur Kahayang: Halal Bihalal PKS Majalengka Jadi Simbol Kekuatan Nyata

MAJALENGKA || MEDIA JURNALPOST— Gelombang semangat dan kebersamaan membuncah dalam agenda Halal Bihalal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Majalengka yang digelar di Saung Nganteur Kahayang, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Sabtu (11/4/2026).

Lebih dari 2.000 kader dari seluruh daerah pemilihan (dapil) di Majalengka tumpah ruah dalam satu ruang silaturahmi yang sarat makna.

Kehadiran ribuan kader ini bukan sekadar angka, melainkan penegasan nyata bahwa denyut gerakan PKS tetap hidup, mengakar, dan terorganisir dengan kuat hingga ke lapisan terbawah.

Ketua DPD PKS Majalengka, H. Deden Hardian Narayanto, ST menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal ini bukan hanya seremoni pasca-Idulfitri, melainkan ruang konsolidasi ide, hati, dan arah perjuangan.

“Ini bukti bahwa kader benar-benar ada, riil, dan siap bergerak bersama masyarakat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Acara yang dikemas hangat dengan nuansa silaturahmi dan hiburan ini menjadi titik temu antara nilai spiritual dan energi sosial.

Tawa dan keakraban berpadu dengan diskursus kebangsaan yang mengalir ringan namun sarat pesan bahwa politik tidak harus kaku, melainkan bisa hadir dengan wajah humanis dan menyenangkan.

Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan pula komitmen PKS untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah selama kebijakan yang dijalankan berpihak kepada rakyat.

Sinergi ini dipandang sebagai keniscayaan dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya progresif, tetapi juga berkeadilan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Majalengka, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS H. Ateng Sutisna, MBA, unsur Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Ketua Dewan Etik Daerah, serta jajaran pengurus DPD PKS Majalengka.

Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai skeptisisme publik, Halal Bihalal ini justru menghadirkan optimisme baru, bahwa kekuatan kolektif yang dibangun dari silaturahmi, loyalitas kader, dan orientasi pelayanan dapat menjadi fondasi kokoh dalam merawat kepercayaan masyarakat.

Lebih dari sekadar pertemuan, ini adalah pernyataan sikap: bahwa politik, ketika berpijak pada nilai dan kebersamaan, mampu menjadi jalan pengabdian yang tulus bagi rakyat.(*)

Lebih baru Lebih lama