Kegiatan yang berlangsung di Gedung GMC pada Rabu, 1 April 2026 itu menjadi ruang temu antara penyuluh pertanian dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka untuk memperkuat langkah menuju kemandirian pangan.
Mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan Swasembada Pangan Majalengka Langkung SAE”, acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan meneguhkan komitmen dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Eman Suherman selaku Bupati Majalengka, didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Ketua Perhiptani, serta sebanyak 292 penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak pembangunan sektor agraria di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Perhiptani yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia menilai, peran penyuluh bukan hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai jembatan ilmu, penggerak inovasi, dan penjaga harapan di tengah dinamika perubahan zaman.
“Penyuluh pertanian adalah denyut nadi ketahanan pangan kita. Di tangan saudara-saudara sekalian, pengetahuan bertemu dengan praktik, dan harapan bertemu dengan kenyataan,” ujar Bupati dengan nada penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh penyuluh untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Dalam pandangannya, cita-cita besar mewujudkan swasembada pangan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat, kerja nyata, dan dedikasi tanpa henti.
“Pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan kerja sama dari para penyuluh. Mari kita bersama-sama mengawal Majalengka menuju daerah yang mandiri, kuat, dan sejahtera melalui sektor pertanian yang berdaya saing,” tegasnya.
Halal bihalal ini pun menjadi simbol bahwa di balik setiap bulir padi yang menguning, ada kerja keras, ilmu, dan kebersamaan yang terus dirawat.
Dari ladang-ladang sederhana di pelosok desa, harapan tentang kedaulatan pangan itu disemai—dan hari ini, kembali diteguhkan dalam satu ikatan sinergi yang kuat.
Majalengka tidak hanya sedang menanam padi, tetapi juga sedang menanam masa depan.(*)
