MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Dalam balutan semangat kebersamaan dan kebanggaan atas perjalanan panjang dunia pendidikan, Universitas Majalengka menggelar jalan santai dan pawai alegoris sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-20.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi rasa syukur atas dua dekade pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sejak pagi, ribuan peserta yang terdiri dari civitas akademika, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat umum tumpah ruah memenuhi jalur yang telah ditentukan.
Jalan santai menjadi simbol langkah kolektif menuju masa depan yang lebih cerah, sementara pawai alegoris menghadirkan ragam kreativitas yang merefleksikan nilai-nilai keilmuan, budaya, dan semangat inovasi yang terus tumbuh di lingkungan kampus.
Setiap kelompok peserta menampilkan tema yang sarat makna—mulai dari representasi perkembangan teknologi, pelestarian budaya lokal, hingga pesan moral tentang pentingnya pendidikan sebagai fondasi peradaban.
Warna-warni kostum dan ornamen yang ditampilkan menjadi bahasa visual yang menggugah, menyiratkan bahwa Universitas Majalengka tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga ruang ekspresi dan transformasi sosial.
Perayaan Dies Natalis ke-20 ini menjadi titik refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui, sekaligus momentum untuk meneguhkan komitmen dalam menghadapi tantangan zaman.
Di tengah dinamika global yang terus berubah, Universitas Majalengka diharapkan tetap menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai lokal namun berpandangan global.
Tidak hanya menghadirkan semarak kebersamaan, panitia juga menyiapkan ratusan hadiah menarik yang semakin menambah antusiasme peserta.
Beragam hadiah hiburan dibagikan kepada peserta yang beruntung, mulai dari peralatan rumah tangga, elektronik, hingga berbagai doorprize menarik lainnya.
Puncak kemeriahan terasa saat pengundian hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, yang disambut sorak sorai dan haru dari para peserta yang menantikan keberuntungan mereka.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menyatukan langkah, menyelaraskan harapan, dan menghidupkan kembali semangat kolektif bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju kemajuan.
Dua puluh tahun bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi, menembus batas, dan menyalakan cahaya peradaban dari Majalengka untuk Indonesia.(*)
