Ketua LSM AKBAR Indonesia DPC Majalengka Kusmayadi, S.H, melalui Sekretaris Wawan Gunawan, dengan nada tegas namun sarat keprihatinan, mengungkapkan bahwa hingga batas waktu yang telah ditentukan, tidak satu pun perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang hadir memenuhi forum tersebut.
Bagi Wawan, absennya Dinkes bukan sekadar persoalan kehadiran administratif, melainkan cerminan nyata dari lemahnya responsivitas terhadap aspirasi masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas utama pelayanan publik.
Ia menilai, forum audiensi bukanlah ruang formalitas semata, melainkan wadah dialog yang mempertemukan harapan rakyat dengan tanggung jawab pemerintah.
“Ketidakhadiran ini melukai semangat partisipasi publik. Ketika masyarakat sudah bersuara, namun tidak ada yang mendengar, di situlah kepercayaan mulai runtuh,” ungkapnya dengan nada penuh kekecewaan.
Pada kesempatan itu, Wawan menegaskan bahwa pihaknya akan menutup ruang untuk audiensi, namun bakal melakukan unjuk rasa di kantor Dinas Kesehatan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang komitmen instansi terkait dalam menjawab persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Di saat publik menuntut transparansi dan keterbukaan, sikap abai justru berpotensi memperlebar jurang antara pemerintah dan rakyatnya.
LSM Akbar Indonesia pun berharap kejadian ini menjadi refleksi serius bagi seluruh pihak, khususnya Dinkes, agar ke depan lebih sigap, responsif, dan menghargai setiap ruang dialog yang dibangun demi kepentingan bersama.
Sebab, dalam setiap suara yang terabaikan, tersimpan harapan yang perlahan bisa berubah menjadi kekecewaan kolektif.
Sampai berita ini diterbitkan awak media belum melakukan konfirmasi terhadap Dinkes Majalengka atas ketidakhadirannya saat audiensi dengan LSM AKBAR pada Senin, 6 April 2026.
Upaya konfirmasi akan segera dilakukan guna memastikan keakuratan informasi dan menjaga asas keberimbangan dalam pemberitaan.(*)
