Dari Tanah Bengkok Tumbuh Harapan: Koperasi Merah Putih Desa Biyawak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat


Majalengka || MEDIA JURNALPOST— Di
atas hamparan tanah bengkok Blok Cisagara, Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, denyut harapan itu mulai berdetak.

Pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar proyek fisik, melainkan ikhtiar besar negara dalam menegakkan kemandirian ekonomi rakyat dari akar rumput.

Sejak dimulai pada 11 Desember 2025, pembangunan gedung koperasi ini terus berjalan dengan semangat gotong royong.

Mayoritas tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal Desa Biyawak—sebuah bukti bahwa pembangunan tidak hanya menghadirkan bangunan, tetapi juga membuka ruang kerja, mengurangi pengangguran, dan menghidupkan roda ekonomi desa.

Di tengah aktivitas proyek, Serda Asep Julianto, Babinsa Desa Biyawak Koramil 1714/Jatitujuh Kodim 0617/Majalengka, hadir setiap hari melakukan pemantauan.

Ia tak hanya memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana, tetapi juga rutin memberikan arahan kepada para pekerja terkait keselamatan, keamanan kerja, serta disiplin waktu.

“Keselamatan kerja adalah fondasi utama. Proyek ini harus selesai tepat waktu, rapi, dan aman,”
tegas Serda Asep saat memberikan arahan.

Tak lupa, apresiasi pun diberikan kepada para pekerja yang dinilai telah bekerja maksimal dan penuh tanggung jawab.

Komitmen serupa ditegaskan oleh Danramil 1714/Jatitujuh, Kapten Inf Darmaji Wibowo, S.I.P.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, yang telah bersinergi menyukseskan salah satu Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Kami terus memonitor perkembangan dan progres pekerjaan agar pembangunan ini bisa selesai lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan Gedung KDKMP Desa Biyawak dipimpin oleh Mandor Soyat Saputra, yang dikenal tegas namun komunikatif dalam mengatur waktu kerja serta menjaga kerapihan hasil pembangunan.

Kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama proyek ini.

Kepala Desa Biyawak, Warjum Setia Budi, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat ekonomi desa yang strategis dan berkelanjutan.

Salah seorang pekerja, Mas’ud, mengungkapkan rasa syukurnya bisa terlibat dalam proyek ini.

“Alhamdulillah bisa ikut kerja harian di sini sambil nunggu musim panen. Lumayan untuk nambah penghasilan dan mengurangi pengangguran,”
tuturnya.

Koperasi Merah Putih: Pilar Ekonomi Kerakyatan

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program nasional yang digagas pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.

Koperasi ini dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa dengan mengoptimalkan potensi lokal seperti pertanian, UMKM, dan sektor produktif lainnya.

Tujuan utama KDKMP antara lain:

• Meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM

• Menguatkan ekonomi desa dan mewujudkan keadilan sosial

• Menyediakan gerai desa (sembako murah, apotek desa, pupuk bersubsidi)

• Menghadirkan klinik desa untuk layanan kesehatan dasar

• Menyediakan logistik, gudang, cold storage, dan fasilitas simpan pinjam

• Memperkuat daya tawar produk desa melalui ekonomi berbasis komunitas

Pembentukan koperasi dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) secara partisipatif dan didaftarkan secara resmi untuk memperoleh badan hukum.

Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Biyawak menjadi simbol bahwa pembangunan nasional bukan hanya tentang beton dan besi, tetapi tentang manusia, harapan, dan masa depan desa.

Dari desa, Indonesia menegakkan kedaulatannya.(*)

(Tarsidin)

Lebih baru Lebih lama