Wakil Ketua l DPRD Majalengka: Pendidikan Adalah Jalan Membuka Masa Depan, Program Satu Desa Satu Sarjana Plus Bekerja Resmi Diluncurkan

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Pendidikan bukan sekadar jalan meraih gelar akademik, melainkan jembatan untuk memutus keterbatasan ekonomi dan membuka masa depan yang lebih baik.

Pesan itulah yang mengemuka dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka, H. Deden Hardian Narayanto, S.T., yang akrab disapa Kang Dehan, saat menghadiri peluncuran Program Satu Desa Satu Sarjana Plus Bekerja di SMK PUI Majalengka, Kamis (8/10/2026).

Bagi Kang Dehan, program tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar memberikan kesempatan kuliah.

Di dalamnya terdapat harapan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh peluang yang setara untuk mengenyam pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi, serta membangun kemandirian hidup.

“Satu desa melahirkan satu sarjana, satu sarjana membawa harapan, dan banyak harapan akan melahirkan masa depan yang lebih baik. Mari terus membuka jalan bagi generasi muda untuk belajar, tumbuh, dan mengabdi,” ujar Kang Dehan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa masa depan Majalengka tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak sekarang.

Kesempatan pendidikan yang terbuka bagi masyarakat menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Program yang diluncurkan Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB).

Pada tahap awal, sebanyak 100 mahasiswa dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1–4, akan mengikuti pendidikan dan pelatihan intensif selama enam bulan.

Keistimewaan program ini terletak pada pengembangan konsep kuliah sekaligus bekerja.

Peserta tidak hanya dipersiapkan untuk menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa Jepang, pembinaan mental, serta keterampilan kerja sebagai bekal menghadapi dunia kerja internasional, khususnya di Jepang.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan data yang disampaikan dalam peluncuran program, rata-rata lama sekolah masyarakat Majalengka tercatat 7,81 tahun, sedangkan IPM mencapai 72,37.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan sedikitnya 343 sarjana dari 334 desa dan kelurahan selama lima tahun kepemimpinan. Hingga 2026, sekitar 170 sarjana disebut telah dihasilkan melalui program tersebut.

“Kita tidak ingin anak-anak hanya mendapatkan ijazah. Mereka juga harus memiliki keterampilan dan pengalaman kerja,” tegas Eman.

Sementara itu, Rektor UTB, Prof. Dr. Muhammad Nasir, S.Kom., menyatakan kesiapan perguruan tinggi yang dipimpinnya untuk mendampingi peserta selama enam bulan.

Pendampingan tersebut mencakup pembinaan mental, penguasaan bahasa, peningkatan kompetensi, dan keterampilan yang diperlukan sebagai persiapan menuju dunia kerja di Jepang.

Bagi para penerima manfaat, program ini menjadi kesempatan yang dapat mengubah arah kehidupan.

Rita, salah seorang penerima beasiswa asal Sindangwangi, mengungkapkan rasa syukurnya karena memperoleh peluang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri.

Peluncuran Program Satu Desa Satu Sarjana Plus Bekerja menghadirkan pesan penting bagi pembangunan Majalengka: keterbatasan ekonomi semestinya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

Bagi Kang Dehan, semangat membuka akses pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan, kemandirian, dan kepedulian terhadap daerah asalnya.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diberangkatkan atau gelar yang diraih, tetapi juga dari kemampuan para lulusannya membangun kehidupan yang lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pendidikan membuka pintu kesempatan, keterampilan memperkuat kemandirian, dan pengabdian menjadikan ilmu bermanfaat bagi daerah.

Inilah harapan yang ingin ditumbuhkan melalui Program Satu Desa Satu Sarjana Plus Bekerja demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae.(*)

(herfir)

Lebih baru Lebih lama