SIGAP SARPRAS 2026 Diluncurkan, Disdik Majalengka Perkuat Fondasi Pendidikan Lewat Data Akurat

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Di balik kemajuan pendidikan, ada kebutuhan penting yang tidak boleh luput dari perhatian, kondisi sarana dan prasarana sekolah yang layak, terdata dengan baik, dan menjadi dasar kebijakan yang tepat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka menghadirkan terobosan digital melalui peluncuran SIGAP SARPRAS 2026, sebuah sistem pendataan sarana dan prasarana berbasis Google Form.

Inovasi ini bukan sekadar perubahan cara mengumpulkan data. SIGAP SARPRAS dirancang untuk membangun tata kelola pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan sekolah.

Dengan sistem pendataan yang praktis, cepat, dan akurat, kondisi sarana prasarana diharapkan dapat dipetakan berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar perkiraan.

Sosialisasi sekaligus peluncuran program tersebut berlangsung selama dua hari, 13–14 Oktober 2026, dengan pelaksanaan di tiga subrayon.

Kegiatan ini melibatkan kepala sekolah dan operator sarana prasarana SMP sebagai ujung tombak penyediaan data yang menjadi landasan perencanaan pembangunan pendidikan di Kabupaten Majalengka.

Subrayon 1 dipusatkan di SMPN 3 Majalengka dengan peserta dari 26 SMP Negeri. Subrayon 2 berlangsung di SMPN 2 Jatiwangi dengan melibatkan 23 SMP Negeri. Adapun Subrayon 3 dijadwalkan di SMPN 1 Talaga dengan peserta dari 30 SMP.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Asep Fajar Aliwardana, S.IP., M.AP.

Peluncuran ini menjadi langkah awal untuk mendorong budaya kerja yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat koordinasi antara Disdik dan satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si., menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap inovasi yang digagas oleh Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana Prasarana dan Aset SMP, Adam Suhara, S.M.

Menurutnya, kualitas kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas data yang menjadi pijakannya.

Pendataan yang akurat memungkinkan pemerintah mengidentifikasi kebutuhan sekolah secara lebih terukur, sehingga perencanaan program dan peningkatan pelayanan pendidikan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah ini. Data yang akurat menjadi dasar kebijakan yang tepat untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang Langkung Sae, khususnya dalam bidang sarana prasarana SMP. Saya juga berharap inovasi ini dapat direplikasi pada satuan pendidikan jenjang SD dan TK,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Majalengka, Anto Irianto, S.Pd., M.Pd. Ia menyatakan kesiapan MKKS untuk mendukung dan menyukseskan penerapan SIGAP SARPRAS sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan data pendidikan.

“Keren lah pokoknya,” ungkapnya, menggambarkan apresiasinya terhadap inovasi tersebut.

Dari tingkat satuan pendidikan, Kepala SMPN 2 Sukahaji, Iyan Heryanto, S.Pd., turut menyatakan kesiapan sekolahnya untuk menjalankan program tersebut.

Baginya, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang disiapkan, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara konsisten.

“Kami siap menyukseskan apa yang telah ditentukan dan ditugaskan kepada kami untuk Majalengka yang Langkung Sae,” ujarnya.

Respons positif juga disampaikan Operator SMPN 2 Majalengka, Akbarul Rosydin, S.Kom. Ia menilai penggunaan Google Form membuat proses pendataan lebih sederhana dan mudah diterapkan oleh operator sekolah.

“Inovasi yang bagus dan sistemnya tidak ribet karena berbasis Google Form. Keren, Pak Kasi Sarpras,” ungkapnya.

Sementara itu, Project Leader SIGAP SARPRAS, Adam Suhara, S.M., menyampaikan terima kasih kepada Bupati Majalengka, Kepala Dinas Pendidikan, MKKS, kepala sekolah, operator, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan inovasi tersebut.

Ia berharap SIGAP SARPRAS dapat mempermudah sekolah dalam menyampaikan informasi kondisi sarana dan prasarana sekaligus membantu Disdik menyusun pemetaan kebutuhan berdasarkan kondisi nyata.

Dengan demikian, data yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan yang kuat dalam menentukan prioritas penanganan dan perencanaan program pendidikan.

Ke depan, tantangan SIGAP SARPRAS bukan hanya memastikan data terkumpul, melainkan juga menjaga agar informasi tersebut tetap mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemanfaatan data secara konsisten diharapkan mampu memperkuat perencanaan, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendorong pemerataan perhatian terhadap kebutuhan sekolah.

Melalui SIGAP SARPRAS 2026, Disdik Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan fondasi yang kuat, dimulai dari informasi yang benar dan keputusan yang berpihak pada kebutuhan nyata di lapangan.

“Data Akurat, Kebijakan Tepat, Pelayanan Meningkat untuk Pendidikan Majalengka Langkung Sae.”

Semangat tersebut menjadi pesan utama dari inovasi ini: membangun pendidikan yang lebih baik tidak cukup dengan niat, tetapi harus ditopang data yang berkualitas, perencanaan yang terarah, dan komitmen bersama untuk mewujudkannya.(*)

Lebih baru Lebih lama