Revitalisasi dengan nilai anggaran miliaran rupiah ini mencakup perbaikan 10 ruang kelas, pembangunan satu ruang UKS, empat pintu toilet wanita, serta penataan taman sekolah agar lebih asri dan nyaman.
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek harus mengedepankan kejujuran, keterbukaan, dan kualitas hasil pekerjaan, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik.
“Kerjakan dengan jujur, transparan, dan bermutu. Jangan asal jadi. Ini uang rakyat, untuk anak-anak kita,” demikian pesan yang dititipkan kepada kepala sekolah, komite, dan kontraktor pelaksana.
Disdik Kawal Pembangunan, Perbaikan Ratusan Ruang Kelas Dilakukan Bertahap
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan pihaknya akan mengawal pelaksanaan revitalisasi agar berjalan sesuai tujuan, ketentuan, dan standar mutu yang ditetapkan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan, termasuk penanganan 280 ruang kelas yang mengalami kerusakan secara bertahap.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP, Asep Fajar Aliwardana, menilai dukungan anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki fasilitas sekolah, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Bupati Majalengka atas dukungan dan upaya yang dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan.
Revitalisasi ini diharapkan tidak berhenti pada pembenahan bangunan semata.
Lebih dari itu, fasilitas yang layak, aman, dan nyaman menjadi fondasi penting bagi terciptanya proses belajar mengajar yang berkualitas serta lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda Majalengka.(*)
