BAZNAS Majalengka Tak Sekadar Salurkan Zakat, 120 Tenaga Kerja Terserap dan Program Unggulan Berlanjut pada 2027

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Kepedulian terhadap masyarakat bukan sekadar janji, melainkan ikhtiar nyata yang harus dirasakan manfaatnya.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat peran sosialnya melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga penciptaan peluang kerja bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa berbagai program BAZNAS sepanjang 2026 telah dipublikasikan secara luas melalui media.

Hal itu disampaikannya pada Jumat (16/10/2026), seusai menerima kunjungan rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka yang ingin mengetahui realisasi program tahun berjalan serta rencana kegiatan pada 2027.

“Program 2026 telah terpublikasi di media secara umum,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, program utama BAZNAS Majalengka meliputi Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Taqwa, Majalengka Peduli, dan Majalengka Mandiri.

Kelima program tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain program utama, BAZNAS juga menjalankan berbagai program inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Di antaranya pemberian insentif bagi guru ngaji, marbot, pemulasara jenazah, dan imam masjid yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun.

BAZNAS Majalengka turut menghadirkan program Lebaran Anak Yatim dan Satu Desa Satu Sarjana sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Ada juga program inovasi Lebaran Anak Yatim, program Satu Desa Satu Sarjana, yang merupakan support program Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” tambahnya.

Tak berhenti pada bantuan sosial dan pendidikan, BAZNAS juga menghadirkan program Rumah Terang BAZNAS untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik atau belum memiliki sambungan meteran listrik sendiri.

Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat agar mereka dapat menikmati kehidupan yang lebih layak.

Sementara itu, program Balai Ternak saat ini masih dalam proses pengembangan.

BAZNAS juga telah melaksanakan pelatihan Manajemen Masjid Modern sekitar sepekan sebelum pernyataan tersebut disampaikan, sebagai upaya mendorong masjid agar tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat.

Di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, program beasiswa turut menjadi perhatian. Bahkan, BAZNAS Majalengka telah merekrut 120 tenaga kerja yang kemudian disalurkan ke sejumlah perusahaan.

“Artinya, program itu membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka pengangguran,” paparnya.

Capaian penyaluran tenaga kerja tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan zakat dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

Meski demikian, keberlanjutan program dan pengukuran dampaknya tetap menjadi bagian penting untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Agus menegaskan, berbagai program prioritas tersebut akan tetap dilaksanakan pada 2027.

Keberlanjutan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi BAZNAS dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di bidang kesejahteraan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi.

Kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka menjadi momentum untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi program-program yang telah berjalan pada 2026 dan rencana pelaksanaannya pada tahun berikutnya.

Pada akhirnya, keberhasilan program zakat tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari seberapa jauh manfaatnya menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dari bantuan kebutuhan dasar hingga pembukaan akses pekerjaan, BAZNAS diharapkan terus menjadi jembatan kepedulian yang menghadirkan harapan dan mendorong kemandirian warga Majalengka.(*)

Lebih baru Lebih lama