Kompetensi, potensi, serta rekam kemampuan harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah karier aparatur.
Prinsip inilah yang diperkuat Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui program profiling terhadap 798 Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan asesmen yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Majalengka dalam membangun manajemen talenta.
Hasilnya akan menjadi landasan untuk menyusun peta karier pegawai sekaligus mengidentifikasi ASN yang berpotensi menduduki jabatan strategis di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menegaskan bahwa profiling merupakan tahapan penting untuk memastikan penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan organisasi.
Menurut Eman, pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengenali kemampuan setiap pegawai secara lebih terukur, sehingga proses penentuan calon pimpinan OPD memiliki dasar yang objektif.
“Harapannya, saya mendapatkan kemudahan untuk menentukan calon-calon pimpinan di OPD. Mereka di-profiling berdasarkan kualifikasi dan kompetensinya, sehingga bisa diketahui siapa yang sesuai untuk jabatan tertentu,” ujar Eman saat meninjau pelaksanaan kegiatan di SMKN 1 Majalengka, Selasa (20/10/2026).
Kolaborasi dengan BKN, Efisiensi Anggaran Jadi Perhatian
Penguatan manajemen talenta ini terlaksana melalui kolaborasi Pemkab Majalengka dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola kepegawaian yang lebih terukur, profesional, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia.
Eman menjelaskan, pelaksanaan asesmen secara mandiri berpotensi membutuhkan anggaran besar.
Dengan perkiraan biaya Rp590 ribu per peserta dan jumlah sasaran mencapai 800 hingga 1.000 orang, kebutuhan pembiayaan dapat mencapai ratusan juta rupiah.
Melalui dukungan program Pro-ASN, para peserta dapat mengikuti asesmen tanpa membebani anggaran pemerintah daerah untuk pelaksanaan program tersebut.
Skema ini sekaligus memberikan ruang bagi Pemkab Majalengka untuk memperkuat kualitas birokrasi dengan mengedepankan efisiensi anggaran.
Menuju Birokrasi yang Profesional dan Berbasis Merit
Sebanyak 798 ASN dari berbagai golongan mengikuti kegiatan profiling yang diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan karier dan pengisian jabatan strategis pada masa mendatang.
Penerapan manajemen talenta diharapkan mendorong sistem kepegawaian yang menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.
Dengan demikian, pengembangan karier tidak sekadar menjadi urusan administratif, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Pemkab Majalengka, pemetaan talenta menjadi pijakan untuk membangun birokrasi yang lebih adaptif dan kompeten.
Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil profiling ditindaklanjuti secara konsisten, transparan, dan sesuai prinsip sistem merit, sehingga setiap ASN memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, serta kinerja.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kepemimpinan birokrasi yang berintegritas, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Majalengka.(*)
(herfir)
