Karnaval Kemerdekaan Cijati: Ribuan Warga Tumpahkan Kreativitas, Merah Putih Satukan 26 RT dan 10 RW

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Jalanan Kelurahan Cijati, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Sabtu (22/8/2026), berubah menjadi panggung kebudayaan dan kreativitas masyarakat.

Ribuan warga dari 26 RT dan 10 RW tumplek dalam Karnaval Kemerdekaan untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Bukan sekadar parade kendaraan hias dan kostum, karnaval yang diinisiasi Karang Taruna Kelurahan Cijati bersama pemerintah kelurahan tersebut menjadi gambaran kuat tentang bagaimana semangat kemerdekaan tetap hidup di tengah masyarakat.

Beragam kreativitas warga, mulai dari sepeda hias, kendaraan hias, kostum tradisional, pertunjukan seni, ogoh-ogoh hingga ragam kreasi lainnya, berpadu dalam satu arak-arakan. Merah Putih menjadi benang merah yang menyatukan perbedaan.

Lurah Cijati, Ahem Sunandar, S.AP., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas tingginya antusiasme masyarakat yang ikut berpartisipasi sekaligus mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Menurut Ahem, antusiasme warga menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Cijati.

“Terima kasih atas antusiasme masyarakat Cijati dalam berpartisipasi dan mendukung kelancaran kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna, yaitu Karnaval. Semoga Kelurahan Cijati ini tambah maju, tambah berseri, tambah berkarya ke depannya,” ujar Ahem.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Cijati, Deden Doni Koswara, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya membangkitkan kesadaran masyarakat sekaligus memeriahkan HUT ke-81 RI melalui kolaborasi antara Karang Taruna dan pemerintah kelurahan.

Deden mengapresiasi dukungan Lurah Cijati yang dinilainya sangat membantu sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Pak Lurah sangat membantu sekali atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Deden.

Menurutnya, Karnaval Kemerdekaan tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 RI yang sebelumnya telah digelar di Kelurahan Cijati.

Berbagai kegiatan olahraga turut dilaksanakan, di antaranya bola voli antar-RW dan sepak bola antar-RW.

Rangkaian kegiatan itu, kata Deden, tidak semata-mata bertujuan mencari kemenangan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun sportivitas, mempererat tali silaturahmi, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

“Tujuannya untuk menjunjung tinggi sportivitas, mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kesatuan,” ungkapnya.

Deden menggambarkan Cijati sebagai wilayah yang memiliki karakter unik. Tidak sepenuhnya disebut kota, tetapi juga sudah jauh dari gambaran sebuah kampung.

“Karena Cijati ini dibilang kota tidak, disebut kampung juga tidak. Saya menyebutnya semi kota. Tapi Cijati masih kompak,” ujarnya.

Di tengah perkembangan wilayah dan dinamika kehidupan masyarakat, kekompakan itulah yang menurutnya harus terus dirawat. Sebab, kemajuan sebuah wilayah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persaudaraan dan kepedulian sosial.

Terkait pembiayaan kegiatan, Deden menjelaskan bahwa pelaksanaan Karnaval Kemerdekaan tersebut didukung melalui swadaya anggota Karang Taruna dan para donatur.

Ia menegaskan, pihaknya tidak meminta anggaran kepada masyarakat untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Karnaval pun menjadi penutup rangkaian perayaan kemerdekaan di Cijati dengan pesan yang sederhana namun kuat: kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persatuan, menghidupkan kreativitas, dan membangun lingkungan dengan semangat gotong royong.

Dari 26 RT dan 10 RW, ribuan warga bergerak dalam satu irama. Berbeda kreativitas, berbeda latar, tetapi berdiri di bawah satu identitas yang sama yakni Indonesia.

Cijati merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan kemeriahan, tetapi dengan kebersamaan.(*)

(herfir)

Gambar: AI

Lebih baru Lebih lama