Kadispora Nyalakan Cahaya Inklusi, Majalengka Dipercaya Kemenpora Jadi Pelopor Nasional Penggerak Olahraga Disabilitas

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST– Sebuah kehormatan besar kembali menghampiri Kabupaten Majalengka.

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Uju Gustawan, S.E, Majalengka dipercaya Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang menjadi tuan rumah sekaligus pelopor program nasional Training of Trainer (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas.

Kepercayaan tersebut bukan sekadar penunjukan administratif, melainkan pengakuan atas komitmen Majalengka dalam membangun peradaban olahraga yang berpihak pada kesetaraan.

Selama dua hari, 16–17 Juli 2026, Hotel Fitra Majalengka menjadi ruang lahirnya harapan baru bagi masa depan olahraga inklusif Indonesia.

Bagi Kadispora Uju Gustawan, program ini merupakan momentum bersejarah yang menegaskan bahwa olahraga adalah bahasa kemanusiaan yang tidak mengenal batas fisik maupun perbedaan kemampuan.

"Kepercayaan dari Kemenpora RI adalah kehormatan sekaligus amanah besar. Kami ingin Majalengka menjadi titik awal lahirnya pelatih-pelatih berkualitas yang mampu membimbing atlet penyandang disabilitas hingga mampu mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia di panggung dunia," ungkap Uju penuh optimisme.

Menurutnya, membangun olahraga disabilitas sejatinya adalah membangun peradaban yang memuliakan setiap insan.

Di balik setiap keterbatasan selalu tersimpan potensi luar biasa yang hanya membutuhkan ruang, kesempatan, dan tangan-tangan yang mampu membimbingnya.

Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat itu diperkuat oleh pernyataan Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora RI, Ahmad Arsani, yang menegaskan bahwa Majalengka dipilih menjadi daerah pertama karena dinilai siap menjadi lokomotif pengembangan olahraga disabilitas nasional.

Sebanyak 105 peserta yang berasal dari NPCI, SLB, PPDI, serta para penggerak olahraga disabilitas se-Kabupaten Majalengka mengikuti pelatihan intensif yang menghadirkan narasumber dari NPCI Pusat dan akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Mereka dipersiapkan menjadi pelatih dan penggerak yang akan menumbuhkan bibit-bibit atlet disabilitas berprestasi secara berkelanjutan.

Kadispora juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan program strategis tersebut, termasuk dukungan legislatif serta semangat para peserta yang menjadi fondasi kuat bagi lahirnya ekosistem olahraga inklusif di Majalengka.

Program ini bukan sekadar transfer ilmu kepelatihan. Ia adalah ikhtiar menghadirkan keadilan dalam dunia olahraga, membuka jalan bagi mereka yang selama ini sering dipandang sebelah mata untuk berdiri sejajar, berprestasi, dan menginspirasi.

Dari Majalengka, sebuah pesan kuat kembali dipancarkan: ketika kesempatan diberikan secara setara, keterbatasan bukan lagi penghalang, melainkan awal lahirnya prestasi yang membanggakan bangsa.(*)

Lebih baru Lebih lama