Dari Hutan untuk Masa Depan, Perhutani Purwakarta Gandeng PT MOS

PURWAKARTA||MEDIA JURNALPOST— Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman degradasi lingkungan, secercah harapan lahir dari sebuah komitmen yang tidak sekadar tertuang dalam tinta perjanjian, melainkan dalam tekad menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta bersama PT Multi Optimal Sentosa resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan kawasan hutan untuk pembangunan tanggul penahan erosi serta rehabilitasi melalui penanaman pohon.

Penandatanganan yang berlangsung di Kantor PT Multi Optimal Sentosa, Selasa (14/7/2026), menjadi tonggak sinergi antara kepentingan ekonomi dan tanggung jawab ekologis.

Lebih dari sekadar kerja sama administratif, kolaborasi ini merupakan ikhtiar menghadirkan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian.

Hutan tidak lagi dipandang semata sebagai bentang alam, tetapi sebagai ruang kehidupan yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara arif agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga harmoni lingkungan.

Administratur Perhutani KPH Purwakarta, Avid Rollick Septiana, didampingi Wakil Administratur Mulyana Kurniawan, Kepala Seksi Madya Keuangan, SDM, Umum dan IT Masdi, serta Asper KBKPH M. Ramdan, menegaskan bahwa perjanjian tersebut menjadi landasan hukum yang kokoh dalam pemanfaatan kawasan hutan oleh PT Multi Optimal Sentosa.

Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya membuka peluang peningkatan pendapatan Perhutani melalui sektor jasa lingkungan dan pemanfaatan non-kayu, tetapi juga menjadi manifestasi komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.

"Hutan akan tetap lestari ketika seluruh pemangku kepentingan berjalan dalam visi yang sama, yakni memanfaatkan alam tanpa menghilangkan ruh kelestariannya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Multi Optimal Sentosa, Hadi Setiadarma Ho, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan strategis tersebut.

Ia meyakini bahwa komunikasi yang erat dan kolaborasi yang berkesinambungan akan melahirkan manfaat yang jauh lebih besar, baik bagi dunia usaha maupun bagi keberlangsungan lingkungan hidup.

Baginya, setiap tanggul yang dibangun adalah benteng bagi tanah agar tidak tergerus, dan setiap pohon yang ditanam adalah doa yang tumbuh, menghadirkan udara yang lebih bersih, air yang tetap mengalir, serta kehidupan yang terus berdenyut di masa depan.

Kerja sama ini menjadi cermin bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan alam.

Sebaliknya, kemajuan sejati lahir ketika kepentingan ekonomi berpadu dengan kebijaksanaan ekologis.

Sebab, hutan yang terjaga bukan hanya menjaga pohon-pohon tetap berdiri, tetapi juga menjaga denyut kehidupan, keseimbangan bumi, dan harapan anak cucu yang kelak akan mewarisi negeri ini.(*)

(Abdul)

Lebih baru Lebih lama