Bupati Serukan UMKM Tinggalkan Rentenir: Bank Majalengka Harus Jadi Jalan Pulang Menuju Ekonomi Rakyat yang Berdaya

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Di tengah perjuangan pelaku usaha kecil mempertahankan denyut ekonomi keluarga, jeratan rentenir masih menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari. Bunga yang mencekik kerap membuat modal yang semestinya menjadi jalan menuju kemandirian justru berubah menjadi beban berkepanjangan.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengajak masyarakat untuk memutus mata rantai tersebut. Ia mendorong para pelaku UMKM agar tidak lagi menjadikan rentenir sebagai pilihan utama ketika membutuhkan tambahan modal, melainkan beralih kepada lembaga keuangan resmi yang lebih aman dan terukur melalui Bank Majalengka.

Pesan itu disampaikan Eman saat menghadiri Pengundian Hadiah Tabungan Ciremaiku Bank Majalengka di Pendopo Kabupaten Majalengka, Kamis (23/7/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, Sekretaris Daerah Aeron Randi, jajaran Forkopimda, direksi Bank Majalengka, serta para nasabah.

Menurut Eman, kehadiran Bank Majalengka tidak semata-mata berbicara tentang aktivitas perbankan. Lebih jauh, bank milik daerah itu diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan akses permodalan.

"Kalau sudah ada Bank Majalengka yang siap membantu masyarakat dengan layanan yang mudah dan aman, jangan lagi bergantung kepada rentenir. Manfaatkan fasilitas kredit resmi untuk mengembangkan usaha," tegasnya.

Eman menilai, Bank Majalengka memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), keberadaan bank tersebut bukan hanya memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Artinya, ketika masyarakat menabung, memanfaatkan pembiayaan, dan mengembangkan usaha melalui lembaga keuangan resmi milik daerah, manfaat ekonominya diharapkan berputar kembali ke tengah masyarakat melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

"Kepercayaan adalah aset terbesar sebuah bank. Ketika masyarakat percaya untuk menabung dan memanfaatkan fasilitas pembiayaan, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," ujar Eman.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan penilaian Infobank, Bank Majalengka saat ini masuk dalam kategori bank sehat dan berkualitas. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Majalengka tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Majalengka Asep Muhammad Jamaludin mengatakan, pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program KURMA atau Kredit Usaha Rakyat Majalengka.

Program tersebut ditujukan bagi pelaku UMKM dengan plafon pembiayaan hingga Rp5 juta tanpa agunan. Kehadiran KURMA diharapkan dapat membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro yang selama ini terbentur persoalan jaminan.

Tak berhenti pada akses pembiayaan, Bank Majalengka juga menawarkan pola angsuran yang dirancang lebih ringan melalui tabungan harian. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan kewajiban pembayaran dengan kemampuan dan ritme pendapatan harian mereka.

Bank Majalengka juga memperkuat layanan jemput bola melalui pick-up service berbasis online dan real-time. Dengan layanan ini, petugas mendatangi langsung pedagang dan nasabah di tempat usaha mereka, sehingga aktivitas transaksi perbankan dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Majalengka turut memberikan apresiasi kepada nasabah melalui pengundian hadiah Tabungan Ciremaiku. Satu unit mobil dan sejumlah sepeda motor diserahkan kepada nasabah sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan dan loyalitas mereka dalam menabung.

Bagi Eman, hadiah bukanlah satu-satunya makna dari gerakan menabung. Lebih dari itu, kebiasaan menggunakan layanan keuangan resmi merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia berharap, semakin banyak warga yang menjadikan Bank Majalengka sebagai mitra dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha. Sebab, ketika akses pembiayaan yang sehat semakin terbuka, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh tanpa harus terjebak dalam lingkaran utang berbunga tinggi.

"Semakin banyak masyarakat menggunakan layanan perbankan resmi, semakin sempit ruang gerak rentenir. Bank Majalengka harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dan mitra masyarakat dalam membangun Majalengka yang lebih maju dan sejahtera," pungkas Eman.(*)

Lebih baru Lebih lama