Bukan Sekadar Bangunan, Revitalisasi SDN Majalengka Wetan VII Jadi Ikhtiar Melahirkan Generasi Unggul

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Sebuah perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Di SDN Majalengka Wetan VII, harapan untuk menghadirkan ruang pendidikan yang lebih baik kini mulai diwujudkan melalui proses revitalisasi sekolah yang resmi memasuki tahap awal.

Namun, revitalisasi ini bukan sekadar tentang membangun kembali gedung atau memperbaiki ruang kelas.

Lebih dari itu, proses tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi anak-anak dalam menjemput masa depan mereka.

Langkah awal revitalisasi ditandai dengan koordinasi antara pihak sekolah, Komite Sekolah, dan perwakilan wali murid.

Pertemuan tersebut menjadi ruang musyawarah untuk menyatukan gagasan sekaligus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semangat kolaborasi itu kemudian diwujudkan melalui pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur Komite Sekolah dan wali murid.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat berdiri sendiri.

Sekolah, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan tempat belajar yang layak dan bermartabat.

Di tengah dimulainya proses revitalisasi, aktivitas pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kepala SDN Majalengka Wetan VII, Iyus Susnardi, M.Pd., menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan dan generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pembangunan fisik hanyalah salah satu bagian dari proses yang lebih besar.

Di balik dinding yang diperbaiki dan ruang belajar yang ditata, terdapat cita-cita untuk menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk anak-anak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

"Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik, tetapi juga menjadi percontohan pembangunan sekolah di Kabupaten Majalengka, sehingga setiap anak dapat tumbuh dan meraih cita-citanya,” ujar Iyus, Kamis, (23/7/2026).

Ia menambahkan, SDN Majalengka Wetan VII tidak hanya ingin menjadi tempat anak-anak menimba ilmu, tetapi juga menjadi rumah kedua yang mampu memberikan rasa aman, ruang untuk berkembang, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap peserta didik.

Karena sejatinya, sekolah bukan hanya tempat di mana anak-anak belajar membaca dan berhitung. Sekolah adalah ruang tempat mimpi mulai tumbuh, karakter dibentuk, keberanian diasah, dan masa depan perlahan disusun.

Revitalisasi SDN Majalengka Wetan VII pun menjadi lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur.

Ia adalah sebuah pesan bahwa ketika pendidikan dibangun dengan kebersamaan, setiap ruang kelas dapat menjadi tempat lahirnya harapan, dan setiap anak memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menulis masa depannya sendiri.(*)

(herfir)

Lebih baru Lebih lama