Tumpukan Sampah di Jalan Tembaga Indramayu Dikeluhkan Warga, Bau Tak Sedap Ganggu Aktivitas

INDRAMAYU||MEDIA JURNALPOST– Tumpukan sampah yang meluber dari kontainer di Jalan Tembaga, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, memicu keresahan warga.

Selain mengganggu pemandangan, kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat dan menjadi tempat berkembang biaknya lalat yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (13/6/2026), sebuah kontainer sampah berukuran besar terlihat tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus bertambah.

Berbagai jenis limbah rumah tangga, mulai dari plastik, kasur bekas, bantal hingga sampah organik, tampak menumpuk tinggi di atas kontainer dan meluber ke area sekitar.

Tidak hanya memenuhi lokasi penampungan, sampah juga berserakan hingga ke badan jalan dalam radius lebih dari 10 meter. Kondisi tersebut membuat lingkungan sekitar terlihat kumuh dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan maupun warga yang bermukim di sekitar lokasi.

“Baunya menyengat sekali, apalagi kalau siang. Mau lewat jalan ini juga harus tutup hidung. Lalatnya ke mana-mana, takut jadi penyakit,” keluh Yanti, warga Jalan Tembaga yang rumahnya berada tidak jauh dari tempat penampungan sampah tersebut.

Menurut keterangan warga, persoalan ini bukan terjadi dalam satu atau dua hari. Tumpukan sampah disebut telah berlangsung hampir dua pekan tanpa penanganan yang dianggap memadai, sehingga volumenya terus bertambah dari hari ke hari.

Warga menilai pengangkutan sampah perlu dilakukan lebih rutin agar kapasitas kontainer tidak melebihi batas.

Mereka juga menyoroti kondisi lokasi penampungan yang berada di area terbuka tanpa fasilitas pendukung yang memadai.

Saat hujan turun atau angin bertiup kencang, sebagian sampah dengan mudah terbawa keluar dari area kontainer. Akibatnya, sampah berserakan dan memperburuk kondisi kebersihan lingkungan sekitar.

Selain persoalan pengangkutan, warga juga mempertanyakan penataan tempat penampungan sementara (TPS) yang dinilai belum memenuhi standar pengelolaan sampah yang baik.

Keberadaan TPS di lokasi tersebut dianggap perlu dievaluasi agar tidak terus menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-2454-2002, TPS idealnya dilengkapi fasilitas pendukung seperti alas kedap air, atap pelindung, serta pagar pembatas untuk mencegah penyebaran sampah ke lingkungan sekitar.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dalam pengelolaan sampah.

Warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu segera mengambil langkah cepat dan konkret.

Mereka menginginkan seluruh sampah yang meluber segera diangkut serta dilakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan TPS di Jalan Tembaga.

“Jangan cuma ditaruh kontainer lalu ditinggal. Harus ada petugas dan jadwal angkut yang jelas. Ini sudah mencemari lingkungan,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, termasuk Kepala DLH, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan penanganan tumpukan sampah di Jalan Tembaga. Sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait.(*)

(Muslim)

Lebih baru Lebih lama