Kadisdik Majalengka: B2SA Bukan Sekadar Program Makan Sehat, Tapi Investasi Peradaban untuk Generasi Emas 2045

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Pemerintah Kabupaten Majalengka terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui penguatan ketahanan pangan dan edukasi gizi sejak dini. Komitmen itu diwujudkan lewat peluncuran Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang digelar di SDN 1 Padahanten, Kecamatan Sukahaji, Jumat (09/05/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat dan kehangatan dengan dihadiri langsung Bupati Majalengka, Eman Suherman, Wakil Bupati, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Kepala DKP3, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Camat Sukahaji, para guru, orang tua siswa, hingga tokoh masyarakat setempat.

Di tengah antusiasme para siswa, program ini bukan hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan simbol kuat bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari meja makan dan pola hidup sehat anak-anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah-buahan, hingga pentingnya menjaga kebersihan serta keamanan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa kualitas masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas kesehatan anak-anak hari ini. Menurutnya, upaya pencegahan stunting dan pembentukan pola makan sehat harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pola makan yang benar akan membentuk fisik yang kuat dan otak yang cerdas. Saya ingin anak-anak di Majalengka, khususnya di Padahanten, tumbuh sehat tanpa ancaman stunting. Jika fisiknya sehat, maka semangat belajarnya juga akan tinggi,” ujar Bupati.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua hingga pemerintah desa untuk bersama-sama mengawasi pola konsumsi anak-anak agar lebih sehat, aman, dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan bahwa program B2SA bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kami dari DKP3 berkomitmen bahwa urusan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga kualitas apa yang masuk ke tubuh anak-anak kita. Melalui program ini kami ingin memperkenalkan bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada di sekitar, masyarakat bisa menciptakan menu yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” ujarnya.

Menurut Gatot, sekolah menjadi ruang strategis dalam membangun budaya hidup sehat karena anak-anak sangat rentan terhadap pola konsumsi tidak sehat serta kebiasaan jajan sembarangan yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang mereka.

Pada tahun 2026, program B2SA menyasar sebanyak 245 siswa yang belum menerima program makan bergizi gratis. Dalam menu B2SA tersebut tersedia berbagai makanan sehat seperti telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, susu, hingga kue wafer yang disusun dengan prinsip gizi seimbang dan memanfaatkan pangan lokal khas Majalengka.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menilai program ini memiliki nilai edukatif yang sangat penting bagi dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk karakter hidup sehat dan disiplin sejak dini.

“Anak-anak yang sehat akan memiliki daya pikir yang lebih baik, semangat belajar yang tinggi, serta mental yang kuat dalam menghadapi masa depan. Program B2SA menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan yang utuh, karena pendidikan sejatinya tidak hanya mengisi kepala, tetapi juga menjaga tumbuh kembang generasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Padahanten, Hj. Lita Zakiah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya sekolah mereka sebagai lokasi peluncuran program B2SA tingkat Kabupaten Majalengka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan DKP3 atas perhatian kepada anak-anak kami. Tantangan terbesar saat ini adalah kebiasaan jajan anak. Dengan adanya edukasi B2SA, siswa jadi lebih memahami pentingnya sayur, buah, dan makanan sehat lainnya. Kami juga akan mengimbau orang tua agar membiasakan memberikan bekal bergizi kepada anak-anak,” katanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian paket makanan sehat secara simbolis kepada para siswa serta makan bersama menu B2SA yang telah disiapkan menggunakan bahan pangan lokal khas Majalengka. Suasana hangat, penuh keceriaan, dan antusiasme tampak menghiasi wajah para siswa yang menikmati hidangan sehat bersama para pejabat dan guru.

Lebih dari sekadar program pangan, B2SA menjadi pesan moral bahwa membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan pendidikan formal, tetapi juga dengan memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh perhatian. Dari ruang kelas sederhana di Padahanten, Majalengka sedang menanam benih peradaban menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Lebih baru Lebih lama