Dari Gang Sempit hingga Ruang Kebersamaan: Semangat Sauyunan Warga Dusun 03 Sutawangi Rawat Lembur dengan Hati


MAJALENGKA || MEDIA JURNALPOST—
Di tengah arus kehidupan yang semakin individualistis, semangat kebersamaan masih tumbuh kuat di sudut kampung Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Melalui Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur, warga Dusun 03 menunjukkan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan ikhtiar menjaga persaudaraan dan identitas kampung.

Tak mengenal usia, para orang tua, pemuda, hingga ibu-ibu turun bersama.

Mereka saling bergandengan tangan dalam semangat sauyunan, bersatu dalam gotong royong demi menjaga dan merawat lembur, kampung, serta ruang hidup mereka sendiri.

Kebersamaan itu tampak nyata saat warga bergotong royong membersihkan berbagai sudut lingkungan yang sebelumnya terlihat kurang sedap dipandang.

Dengan penuh kekompakan, mereka menata ruang-ruang kampung agar kembali nyaman, bersih, dan menghadirkan rasa bangga bagi masyarakat sekitar.

Di Dusun 03 Desa Sutawangi, suasana gotong royong bukan hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi simbol bahwa kekuatan sosial masih hidup di tengah masyarakat.

Tua maupun muda larut dalam semangat yang sama yakni menjaga kampung agar tetap asri dan harmonis.

Pengurus Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur, Herman Budiantoro, mengatakan bahwa menjaga lingkungan sejatinya adalah bagian dari menjaga martabat masyarakat itu sendiri.

“Lembur yang bersih bukan hanya enak dipandang mata, tetapi juga mencerminkan cara berpikir masyarakatnya,"

"Ketika warga mau turun bersama membersihkan kampungnya, di situlah nilai persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial sedang dibangun,” ujarnya, Minggu, (17/5/2026).

Herman menegaskan, semangat sauyunan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar budaya gotong royong tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

“Kami ingin anak-anak muda memahami bahwa membangun kampung tidak selalu dimulai dari hal besar,"

"Menyapu jalan, membersihkan selokan, menata lingkungan, itu adalah bentuk cinta terhadap tanah kelahiran. Kalau bukan kita yang menjaga lembur sendiri, lalu siapa lagi,” tuturnya penuh motivasi.

Menurutnya, kebersamaan warga Dusun 03 menjadi bukti bahwa kekuatan masyarakat lahir dari rasa memiliki yang tumbuh bersama.

Pria pendiri Media Mitra TNI Polri ini berharap gerakan sederhana tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kabupaten Majalengka.

“Persatuan itu bukan hanya slogan. Persatuan harus terlihat dalam tindakan nyata. Dan hari ini warga Dusun 03 sudah membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan terbesar masyarakat desa,” katanya.

Paguyuban Sauyunan Jaga Lembur pun menjadi cermin bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama.

Ketika warga memiliki rasa memiliki terhadap lingkungannya, maka kampung bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi rumah bersama yang harus dijaga dengan hati.

Semangat yang tumbuh di Sutawangi menjadi pesan penting bahwa budaya gotong royong tidak boleh hilang ditelan zaman.

Sebab dari kampung yang bersatu, lahir masyarakat yang kuat, peduli, dan berdaya.(*)

Lebih baru Lebih lama