Majalengka || MEDIA JURNALPOST— Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka pada Rabu, 1 April 2026.
Dalam balutan nuansa religius pasca-Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka menggelar kegiatan Halal Bihalal dengan mengusung tema mendalam: “Saling Berjabat Tangan Tingkatkan Profesional Melayani Dalam Rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Menuju Majalengka Langkung Sae.”
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum spiritual dan intelektual yang sarat makna.
Setelah sebulan penuh menundukkan hawa nafsu, membersihkan hati, dan memperkuat keimanan, kini seluruh insan pendidikan diajak untuk kembali merajut ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan kembali niat pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhamad Umar Ma’ruf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal menjadi titik temu antara dimensi spiritual dan tanggung jawab profesional.
“Hari ini kami dari Dinas Pendidikan beserta jajaran satuan pendidikan melaksanakan halal bihalal setelah satu bulan kita bersama-sama berpuasa,” ujarnya dengan penuh keteduhan.
Ia menuturkan, selama bulan suci Ramadan, intensitas interaksi antarpegawai dan tenaga pendidik cenderung berkurang karena fokus pada ibadah.
Oleh sebab itu, momen ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk saling membuka hati, menghapus segala khilaf, serta menguatkan kembali ikatan persaudaraan yang dilandasi nilai-nilai keikhlasan.
Lebih dalam dari sekadar tradisi, kegiatan ini mengandung pesan moral yang kuat: bahwa pelayanan pendidikan bukan hanya tugas administratif, melainkan amanah suci yang kelak dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Profesionalisme yang dibangun harus berakar pada integritas, kejujuran, dan semangat ibadah.
Tema yang diangkat pun menjadi refleksi kolektif bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah jargon semata, melainkan panggilan jiwa yang membutuhkan sinergi, dedikasi, dan kesadaran spiritual.
Dari tangan para pendidiklah masa depan bangsa ditempa—bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akhlak.
Kegiatan yang sarat makna ini turut dihadiri oleh Bupati Majalengka, menambah khidmat suasana sekaligus menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan nilai-nilai kebersamaan dan peningkatan kualitas pendidikan di Majalengka.
Dalam jabat tangan yang tulus dan senyum yang menghangatkan, terselip doa dan harapan: semoga setiap langkah pengabdian menjadi jalan kebaikan, dan Majalengka benar-benar mampu melangkah menuju “Langkung Sae”—lebih baik, lebih maju, dan lebih bermakna bagi generasi yang akan datang.(*)
