Majalengka || MEDIA JURNALPOST— Minggu, 28 Maret 2026 menjadi hari yang tak sekadar menandai bertambahnya usia, tetapi juga mempertegas makna keberadaan.
LSM GMBI Distrik Kabupaten Majalengka merayakan hari jadi lembaganya yang ke-24 dengan cara yang lebih bermakna, yakni menyalakan cahaya kepedulian di tengah kehidupan sosial.
Mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas”, peringatan ini tidak berhenti pada seremoni semata.
Ia menjelma menjadi gerakan nyata—mengalir dalam aksi sosial yang menyentuh hati, termasuk santunan kepada puluhan anak yatim piatu.
Di tengah senyum yang terselip haru, tampak bahwa kebahagiaan sejati lahir dari berbagi.
Ketua Distrik LSM GMBI Kabupaten Majalengka, Arip Suharjo atau yang akrab disapa Zapra, menegaskan bahwa kekuatan organisasi ini terletak pada nilai persaudaraan yang melampaui batas darah dan latar belakang.
“Kita tidak sedarah, tapi kita semua bersaudara,” ujarnya, kalimat sederhana yang menggema sebagai filosofi perjuangan.
Dalam suasana yang sarat makna, kegiatan ini menjadi refleksi bahwa usia organisasi bukan hanya dihitung dari angka, melainkan dari seberapa dalam ia memberi arti bagi sesama.
Di usia ke-24 ini, LSM GMBI Majalengka membuktikan bahwa eksistensi mereka bukan sekadar nama, melainkan denyut kepedulian yang terus hidup.
Perayaan ini pun menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang kerap dipenuhi sekat, masih ada ruang bagi solidaritas yang tulus yang tidak mengenal batas, tidak terikat perbedaan, dan tidak pernah kehilangan arah yakni kemanusiaan.(*)
