Pada Jumat sore (13/3/2026), keluarga besar SMPN Satu Atap 1 Cibalong-Garut ini menggelar aksi bagi-bagi takjil kepada masyarakat umum Masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi pelengkap sempurna setelah sebelumnya sekolah menyalurkan 150 paket Tak’jil . Aksi turun ke jalan ini melibatkan pengurus OSIS dan perwakilan siswa untuk membagikan paket berbuka puasa kepada pengguna jalan, warga sekitar, serta beberapa Masyarakat yang berada di radius sekolah.
Edukasi Karakter Melalui Laboratorium Sosial Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong-Garut yang baru , SOPIYAN,S.Pd.I.,M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk “laboratorium sosial” bagi para murid. Menurutnya, kecerdasan akademis harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan sosial.
“Ini adalah edukasi nyata. Kami ingin para murid tidak hanya hafal dalil tentang berbagi, tapi memiliki jiwa empati yang tumbuh dari dalam hati. Dengan turun langsung, mereka belajar merasakan kehadiran sesama, memahami arti peduli, dan menemukan kebahagiaan dalam memberi,” ujar SOPIYAN,S.Pd.I.,M.Ag dengan bangga.
Beliau menambahkan bahwa melalui interaksi langsung dengan masyarakat, siswa dilatih untuk meluruhkan ego dan membangun kepekaan terhadap realitas sosial di sekeliling mereka.
Hangatnya Tangan yang Memberi Senada dengan hal tersebut, Wakasek Bidang Urusan Kesiswaan Diki Noerjaman,S.T di bantu dengan Dewan Guru dan Staf SMPN Satu Atap 1 Cibalong-Garut Diki Noerjaman,S.T, menyampaikan bahwa antusiasme siswa dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Baginya Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempraktikkan ilmu psikologi perkembangan karakter melalui aksi berbagi.
“Ramadhan mengajarkan kami satu hal penting: bahwa tangan yang memberi selalu terasa lebih hangat daripada tangan yang menerima,” ungkap Putri Alifatul.
Ia menambahkan bahwa gerakan OSIS berbagi takjil ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya menyebarkan energi positif. “Kami tidak hanya berbagi makanan, tapi juga berbagi senyum dan keberkahan. Kami ingin OSIS menjadi pelopor bahwa anak muda Garut Selatan bisa menjadi generasi yang religius sekaligus solutif bagi lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Harmoni dengan Lingkungan Distribusi takjil yang menyasar Warga masyarakat yang jalan-jalan memakai sepeda motor menunggu berbuka puasa dan Masyarakat sekitar juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara institusi pendidikan dengan tokoh agama,tokoh pemuda dan warga setempat. Hal ini membuktikan bahwa SMPN Satu Atap 1 Cibalong-Garut hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem masyarakat yang harmonis.
Dengan berakhirnya pembagian takjil ini, Pondok Ramadhan SMPN Satu Atap 1 Cibalong-Garut resmi ditutup dengan catatan manis: sebuah kolaborasi apik antara kesalehan spiritual di dalam aula dan kesalehan sosial di jalanan.(*)

