MAJALENGKA|| MEDIA JURNALPOST--- Langit Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Minggu (22/2/2026), seakan menjadi saksi sebuah pertemuan yang melampaui seremoni politik. Di bawah cahaya Ramadhan yang teduh, tersulam perjumpaan antara nurani, harapan, dan tanggung jawab kebangsaan.
Dalam rangkaian Safari Ramadhan Kareem DPP Partai NasDem bertajuk “Menguatkan Silaturahmi, Meneguhkan Perubahan”, kegiatan digelar di Pondok Pesantren Bustanun Nasyi'in. Ratusan santri dan masyarakat memadati halaman pesantren dengan wajah-wajah penuh harap, menyambut rombongan dengan hangat dan khidmat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa. Turut mendampingi Sekretaris Jenderal partai, Hermawi Taslim; Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik, Nining Indra Saleh; Anggota DPR RI Ujang Bey; serta Ketua DPD NasDem Majalengka, Wawan Darmawan beserta jajaran.
Namun lebih dari sekadar kehadiran para elite, momen ini menghadirkan suasana dialog batin antara politik dan pesantren—dua ruang yang kerap dipisahkan oleh prasangka, tetapi sejatinya bertaut dalam nilai.
Ujang Bey menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukanlah agenda simbolik. “Safari ini adalah komunikasi hati. Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat dan pesantren. Jangan sampai kader NasDem menyakiti rakyat kecil. Jaga perasaan mereka, bersimpati dan berempatilah,” tegasnya dengan nada yang sarat pesan moral.
Kalimat itu bergema bukan hanya sebagai seruan internal, tetapi sebagai refleksi bahwa politik harus kembali pada akarnya: melayani, bukan melukai; merangkul, bukan menjauh.
Di tengah lantunan doa dan silaturahmi yang mengalir, pertemuan di Buahkapas menjadi pengingat bahwa perubahan bukan hanya soal kebijakan, melainkan keberanian menjaga empati. Ramadhan kali ini, di halaman pesantren yang sederhana itu, politik menemukan wajahnya yang lebih manusiawi.(*) yang
