Dana tersebut dipergunakan untuk merehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak berat.
"Setidaknya ada 52 sekolah yang terdiri dari 28 Sekolah Dasar (SD), 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 2 Taman Kanak-kanak (TK) yang mengalami kerusakan," ujar Umar.
Bukan hanya itu, untuk kesejahteraan para guru, Pemkab Majalengka juga telah menambah anggaran di luar sertifikasi yakni insentif guru sebesar Rp 300 ribu per triwulan.
Seperti diketahui, belum lama ini Kabupaten Majalengka dikunjungi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Kedatangan Mendikdasmen tersebut rupanya membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Abdul Mu’ti mengatakan, sebanyak 609 ribu lebih guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi pada tahun 2025.
“Alhamdulilah tunjangan Guru ASN dan Non ASN naik pada tahun 2025. Untuk guru Non ASN sebesar Rp. 2 juta dan guru ASN sesuai gaji pokok,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain kesejahteraan guru, kata Abdul Mu'ti, pemerintah juga mengalokasikan untuk perbaikan sarana dan prasaran sekolah serta penunjang kegiatan belajar mengajar yang tersebar di 27 Provinsi di Indonesia.
“Peningkatan anggaran pendidikan oleh pemerintah diharapkan bisa menjadi bentuk apresiasi kepada para guru agar bisa semakin bersemangat dalam mengajar dan melahirkan siswa berkualitas,” pungkasnya.(*)
(Masduki)
