Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026, sekolah tersebut memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp1.168.234.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus membuka ruang bagi terciptanya proses belajar mengajar yang lebih kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas baru dan toilet, rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, toilet, serta penataan lingkungan sekolah melalui pembangunan pagar dan paving block.
Pelaksanaan program dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), yang berperan dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai dengan ketentuan program.
Kehadiran P2SP menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan melalui tahapan yang terencana, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, ketentuan teknis, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Bagi dunia pendidikan, revitalisasi ini bukan semata-mata tentang memperbaiki fisik bangunan.
Lebih dari itu, pembangunan tersebut menyimpan harapan agar anak-anak dapat menimba ilmu di lingkungan yang lebih aman, tertata, dan mendukung semangat belajar.
Yeti (41), salah seorang orang tua siswa, menyampaikan apresiasi positif atas adanya bantuan pemerintah tersebut.
Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah merupakan kabar menggembirakan bagi orang tua karena kenyamanan lingkungan belajar menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pendidikan anak.
"Sebagai orang tua, tentu kami merasa senang dan bersyukur. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan dan perbaikan fasilitas ini, anak-anak semakin nyaman bersekolah, lebih semangat belajar, dan bisa meraih cita-citanya," ungkap Yeti, Kamis, (1/10/2026).
Apresiasi serupa juga disampaikan salah seorang guru SD Negeri Wanasalam II.
Ia berharap revitalisasi tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar.
"Fasilitas yang lebih baik tentu menjadi harapan kami bersama. Jika ruang kelas dan sarana pendukung semakin memadai, suasana belajar diharapkan menjadi lebih nyaman, sehingga guru dapat mengajar dengan optimal dan siswa semakin bersemangat mengikuti pelajaran," tuturnya.
Program revitalisasi ini sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan di daerah.
Dukungan anggaran yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan fasilitas yang berkualitas dan berdaya guna dalam jangka panjang.
Di balik pembangunan ruang kelas, toilet, perpustakaan, dan penataan lingkungan sekolah, tersimpan cita-cita besar diantaranya memberikan ruang tumbuh yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada pelaksanaan pekerjaan yang tertib, transparan, dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, sehingga manfaat bantuan pemerintah tersebut benar-benar dirasakan oleh seluruh warga sekolah.(*)
