Sri Rahayu Damayanti Nahkodai Perumdam Tirta Bhakti Raharja, Konsolidasi dan Respons Aduan Pelanggan Jadi Prioritas

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Perumdam Tirta Bhakti Raharja Kabupaten Majalengka memasuki babak baru.

Sri Rahayu Damayanti resmi dipercaya menjadi Direktur Perumdam Tirta Bhakti Raharja setelah dilantik Bupati Majalengka Eman Suherman, Rabu (23/9/2026), di halaman Kantor Perumdam Tonjong, Majalengka.

Bagi Sri Rahayu, jabatan tersebut bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan.

Amanah baru itu datang bersama pekerjaan besar untuk membenahi organisasi, memperkuat soliditas internal, sekaligus memastikan pelayanan air bersih benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai sosok yang tumbuh dari lingkungan internal Perumdam, Sri Rahayu memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap dinamika perusahaan.

Kondisi tersebut menjadi modal awal untuk memetakan berbagai persoalan sekaligus menentukan langkah pembenahan yang harus dilakukan.

Bupati Majalengka Eman Suherman dalam arahannya meminta direktur baru segera melakukan konsolidasi internal.

Seluruh jajaran, mulai dari pegawai hingga para senior Perumdam, diharapkan kembali berada dalam satu barisan setelah proses pergantian kepemimpinan.

“Ibu paham betul kondisi dan perjalanan tugas di Perumdam. Karena berasal dari internal, Ibu sudah bisa mendiagnosis penyakit atau masalah organisasi yang ada. Diagnosis yang akurat ini harus menjadi dasar dalam menyusun perencanaan dan langkah perbaikan secara maksimal,” ujar Eman.

Pesan tersebut menjadi pekerjaan pertama bagi Sri Rahayu. Ia menyatakan siap merangkul seluruh elemen di lingkungan Perumdam untuk menyatukan kembali visi dan langkah organisasi.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Arahan Bapak Bupati menjadi panduan utama bagi kami untuk bergerak cepat,” kata Sri Rahayu.

Menurut Sri Rahayu, konsolidasi menjadi fondasi penting sebelum berbagai program pembenahan dijalankan.

Ia menyadari masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat, baik dalam aspek tata kelola manajemen maupun infrastruktur teknis pelayanan.

“Kami akan merangkul seluruh elemen pegawai dan para senior untuk menyatukan langkah demi mewujudkan pelayanan air bersih yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Majalengka,” tuturnya.


Aduan Pelanggan Jadi Perhatian Utama


Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian Sri Rahayu adalah meningkatkan kecepatan respons terhadap pengaduan masyarakat.

Menurutnya, persoalan distribusi air tidak bisa dipandang sebagai persoalan teknis semata karena menyangkut kebutuhan dasar warga.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa air adalah kebutuhan primer masyarakat. Oleh karena itu, tingkat responsivitas terhadap aduan pelanggan serta keandalan distribusi air akan menjadi prioritas kerja kami,” tegasnya.

Hal senada ditekankan Bupati Eman. Ia meminta jajaran Perumdam tidak lamban ketika menghadapi keluhan pelanggan, terutama berkaitan dengan gangguan pasokan dan distribusi air.

“Kalau ada keluhan air, harus peka dan cepat ditangani. Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pelayanan harus benar-benar menjadi perhatian,” kata Eman.

Di bawah kepemimpinan Sri Rahayu, Perumdam juga dituntut mampu menjaga keseimbangan antara fungsi bisnis perusahaan dan tanggung jawab pelayanan publik.

Kinerja perusahaan tetap harus diperkuat, namun orientasi tersebut berjalan beriringan dengan kewajiban menyediakan pelayanan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat.


Perumdam Didorong Jadi Penopang Investasi


Tantangan Perumdam ke depan tidak hanya berkaitan dengan pelanggan rumah tangga.

Perusahaan juga diharapkan mampu mengambil bagian dalam mendukung perkembangan ekonomi daerah, terutama melalui kesiapan pasokan air untuk kawasan industri dan investasi.

Sri Rahayu menyatakan kesiapan Perumdam untuk mendukung agenda pembangunan Kabupaten Majalengka.

“Selain itu, kami siap mendukung visi pembangunan daerah dengan memastikan kesiapan pasokan air bersih bagi kawasan industri dan investasi di Majalengka,” ujarnya.

Bupati Eman juga meminta komunikasi antara Perumdam dan Pemerintah Kabupaten Majalengka terus diperkuat.

Transparansi serta koordinasi dinilai penting agar berbagai persoalan perusahaan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Dengan demikian, kepemimpinan Sri Rahayu Damayanti tidak hanya menghadapi tugas menjaga roda perusahaan tetap berjalan, tetapi juga membawa ekspektasi agar Perumdam Tirta Bhakti Raharja semakin profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan air bersih yang lebih andal.(*)

(herfir)

Lebih baru Lebih lama