Ribuan pencari kerja datang memburu peluang dari 2.789 lowongan pekerjaan yang ditawarkan 20 perusahaan.
Di balik gelaran tersebut, DPD KNPI Kabupaten Majalengka mengambil peran penting melalui kolaborasinya bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM).
Bagi KNPI, Job Fair bukan sekadar agenda mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi kepemudaan membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Majalengka agar dapat memasuki dunia kerja sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi daerah.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Majalengka, Anto Febrianto, menegaskan bahwa pemuda harus ditempatkan bukan hanya sebagai pencari pekerjaan, tetapi juga sebagai kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“KNPI Majalengka berkomitmen untuk terus bermitra dengan Pemkab Majalengka dalam memfasilitasi potensi generasi muda, khususnya dalam membuka akses lapangan kerja yang seluas-luasnya,” ujar Anto.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya dijawab dengan tersedianya informasi lowongan. Generasi muda juga harus dibekali keterampilan, pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan industri.
Karena itu, KNPI mendorong agar ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat terus diperluas.
“Pemuda harus mempersiapkan diri. Dunia kerja terus berubah, sehingga pendidikan, keterampilan, pengalaman dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan,” katanya.
Anto berharap Job Fair tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Menurutnya, agenda serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan dan sektor usaha, sehingga akses generasi muda terhadap kesempatan kerja semakin terbuka.
2.789 Lowongan, 20 Perusahaan Hadir
Kolaborasi KNPI dan Pemkab Majalengka tersebut mendapat dukungan dari 20 perusahaan mitra yang membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Kepala DK2UKM Kabupaten Majalengka, Solehudin, mengatakan terdapat 2.789 lowongan pekerjaan yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut.
“Perusahaan mitranya ada 20 perusahaan. Lowongan kerja yang disediakan mencapai 2.789 lowongan,” ujar Solehudin.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan cukup beragam dan terbuka bagi pencari kerja laki-laki maupun perempuan sesuai persyaratan serta kualifikasi masing-masing perusahaan.
Menurut Solehudin, Job Fair menjadi salah satu langkah konkret untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam satu ruang yang lebih mudah diakses masyarakat.
“Job Fair ini diharapkan menjadi jembatan emas bagi para pencari kerja. Mudah-mudahan mereka bisa menunjukkan kompetensi dan memanfaatkan kesempatan ini,” katanya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat Majalengka yang terserap ke dunia kerja. Peningkatan penyerapan tenaga kerja dinilai dapat memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.
“Pada akhirnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Majalengka bisa kembali turun dan menumbuhkan perekonomian masyarakat,” ujar Solehudin.
KNPI dan Pemerintah, Menyatukan Akses dan Peluang
Solehudin menambahkan, persoalan ketenagakerjaan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Ia menyebut koordinasi dengan berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), terus dilakukan untuk mendukung masuknya investasi ke Kabupaten Majalengka.
Investasi baru diharapkan membuka kebutuhan tenaga kerja baru. Karena itu, pertumbuhan investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan KNPI menjadi bagian dari jembatan sosial antara pemerintah dan generasi muda, terutama dalam memperluas informasi serta akses terhadap peluang ekonomi.
GGM Dipadati Pencari Kerja
Sejak pagi, suasana Lapangan GGM Majalengka dipenuhi para pencari kerja. Mereka mendatangi stan perusahaan untuk menggali informasi mengenai posisi yang tersedia hingga mengikuti proses rekrutmen sesuai ketentuan masing-masing perusahaan.
Salah seorang pencari kerja, Tia (21), mengaku terbantu dengan pelaksanaan Job Fair karena dapat menemukan banyak pilihan perusahaan dalam satu lokasi.
“Sangat membantu karena pilihan perusahaannya banyak dan prosesnya jelas. Harapan saya dan teman-teman tentu bisa lolos seleksi dan segera diterima bekerja di perusahaan yang dilamar,” ungkap Tia.
Ia berharap kegiatan serupa kembali digelar secara rutin sehingga masyarakat tidak harus mencari informasi lowongan pekerjaan secara terpisah ke berbagai perusahaan.
Job Fair di GGM akhirnya bukan hanya tentang angka 2.789 lowongan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana ruang kolaborasi antara KNPI, pemerintah daerah dan dunia usaha dapat membuka akses baru bagi masyarakat.
Bagi KNPI Majalengka, keterlibatan dalam agenda ketenagakerjaan menjadi penegasan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya berbicara tentang kepemudaan, tetapi juga ikut hadir dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi generasi muda: akses terhadap pekerjaan, keterampilan, kemandirian ekonomi, dan masa depan.(*)
(herfir)
