Di balik setiap ruas yang dibangun, ada harapan tentang perjalanan yang lebih aman, mobilitas yang lebih mudah, serta potensi ekonomi yang perlahan dapat tumbuh.
Harapan itu kini mulai terlihat di ruas Jalan Payung–Sadarehe, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Penanganan jalan dengan nilai kontrak sekitar Rp14,15 miliar tersebut telah mencapai progres sekitar 80 persen.
Kemajuan pembangunan itu mendapat perhatian langsung dari Bupati Majalengka H. Eman Suherman yang turun ke lapangan pada Sabtu (5/9/2026).
Tidak hanya melihat dari balik meja, Bupati bersama jajaran perangkat daerah bahkan menggunakan kendaraan roda dua untuk menyusuri jalur menuju kawasan Blok Sadarehe, Desa Payung.
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembangunan yang dibiayai anggaran publik berjalan sesuai rencana sekaligus melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, proyek tersebut merupakan Penanganan Long Segment Jalan Payung–Sadarehe yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan memiliki nilai kontrak Rp14.154.054.000, dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, mulai 22 April hingga 18 Oktober 2026.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Kalimasada Zahraa Jaya, dengan CV Maya Persada sebagai konsultan pengawas.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan ini memiliki arti lebih luas dibanding sekadar memperbaiki permukaan jalan.
Ruas Payung–Sadarehe dipandang sebagai salah satu akses penting yang dapat memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus membuka pintu menuju sejumlah potensi wisata di kawasan tersebut.
Bupati Eman menyebut, terdapat sekitar 12 destinasi wisata yang dapat dijangkau melalui kawasan tersebut.
“Harapannya jalan ini nantinya bisa menjadi akses penghubung antarwilayah. Yang menarik, ketika melintas di kawasan ini, ada sekitar 12 destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” ujar Eman saat berada di lokasi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur mulai diarahkan bukan hanya untuk mengejar panjang jalan yang tertangani, tetapi juga bagaimana sebuah akses dapat memberikan efek berantai terhadap sektor lain.
Jalan yang lebih baik berarti perjalanan wisatawan menjadi lebih mudah. Arus kendaraan semakin lancar. Pelaku usaha lokal memiliki peluang lebih besar menjangkau konsumen. Pada akhirnya, geliat pariwisata diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Lebar Bertambah, Keselamatan Jadi Perhatian
Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting dalam pekerjaan ruas tersebut.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka, Mamat Surahmat, S.T., menjelaskan bahwa pekerjaan tidak berhenti pada peningkatan kondisi badan jalan, tetapi juga mencakup pelebaran di kedua sisi.
Sebelumnya, lebar jalan berada di kisaran 3,5 meter. Dalam pekerjaan tahun ini, masing-masing sisi mendapatkan tambahan sekitar 75 sentimeter, sehingga lebar jalan menjadi sekitar 5 meter.
Penambahan ruang tersebut diharapkan membuat kendaraan yang melintas maupun berpapasan memiliki ruang gerak lebih memadai.
“Lebar jalan sebelumnya sekitar 3,5 meter. Dalam pekerjaan tahun ini dilakukan penambahan lebar pada kedua sisi jalan masing-masing sekitar 75 sentimeter,” jelas Mamat.
Dengan kondisi jalan yang lebih lebar dan kualitas permukaan yang semakin baik, akses menuju kawasan Sadarehe diharapkan tidak hanya semakin nyaman, tetapi juga lebih aman bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Tidak Berhenti di Angka 80 Persen
Meski pekerjaan telah menunjukkan progres sekitar 80 persen, pemerintah daerah menyadari masih terdapat bagian ruas yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Bupati Eman menyampaikan bahwa pembangunan kawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah berencana mengusulkan kembali dukungan anggaran pada tahap berikutnya untuk menangani ruas yang belum tersentuh pembangunan.
Pendekatan bertahap tersebut menjadi penting agar pembangunan tidak berhenti sebagai proyek sesaat, tetapi dapat diarahkan menuju konektivitas yang lebih menyeluruh.
Sebab, kualitas sebuah pembangunan pada akhirnya tidak hanya diukur dari berapa persen pekerjaan yang telah selesai, tetapi dari seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Jika akses semakin terbuka, maka peluang pun ikut bergerak. Wisatawan lebih mudah datang, hasil usaha masyarakat lebih mudah dipasarkan, dan kawasan yang sebelumnya relatif tersembunyi memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi destinasi yang bernilai ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Majalengka juga mendapat sambutan hangat dari Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Majalengka, Enther Nizar, bersama sejumlah anggota PP lainnya di Vila Sadarehe milik almarhum Abah Encang.
Dari kawasan Sadarehe, pembangunan jalan ini membawa pesan sederhana namun penting yakni ketika akses dibuka, bukan hanya kendaraan yang bergerak, tetapi juga harapan masyarakat terhadap masa depan wilayahnya.(*)
(herfir)
