Terpilihnya Ateng menjadi amanah baru untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong agar keberadaan HPDKI semakin memberikan manfaat nyata bagi para peternak domba dan kambing di berbagai daerah.
Dalam pesan perdananya setelah terpilih, Ateng menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar HPDKI, mulai dari pengurus pusat, DPD, DPC, para senior, peternak, peternak muda hingga seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan.
“Amanah ini menjadi tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan dan bekerja bersama. Saya menyadari bahwa perjalanan ke depan membutuhkan keterlibatan serta dukungan banyak pihak,"
"Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan HPDKI 5.0 yang profesional, berdaulat, inklusif dan mandiri, dengan tata kelola yang transparan serta manfaat nyata bagi peternak," ujar Ateng, seperti Media Jurnalpost kutip dari akun Instagram @atengsutisna_ pada Selasa 22 September 2026.
Ia menegaskan, kepengurusan HPDKI periode 2026–2031 akan diarahkan pada penguatan organisasi berbasis data dan pelayanan anggota.
Agenda tersebut mencakup peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak, pengembangan usaha kolektif, penguatan akses pembiayaan dan hilirisasi, hingga pembangunan pasar yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ateng juga menaruh perhatian pada regenerasi peternak. Menurutnya, masa depan peternakan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan organisasi membuka ruang lebih luas bagi peternak muda serta membangun ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah.
“Semangat tersebut akan kita perjuangkan melalui penguatan organisasi berbasis data dan pelayanan anggota, peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak, pengembangan usaha kolektif, serta pasar yang adil dan berkelanjutan,"
"Akses pembiayaan, hilirisasi, dan regenerasi peternak juga menjadi bagian penting dari ikhtiar menghadirkan peternak tangguh, bermartabat, serta desa sejahtera,” kata Ateng.
Dalam agenda kepemimpinannya, Ateng sebelumnya juga mendorong pembangunan Satu Data HPDKI, penguatan klaster dan usaha kolektif, peningkatan produktivitas serta kesehatan ternak, perluasan pasar sepanjang tahun, dan profesionalisasi tata kelola organisasi.
Ia mengajak seluruh elemen HPDKI untuk menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kolaborasi.
“Saya membuka ruang untuk kritik, saran, gagasan, dan kolaborasi dari seluruh keluarga besar HPDKI maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan peternakan Indonesia. Mohon doa agar saya dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Kepemimpinan Ateng untuk periode lima tahun ke depan diharapkan membawa HPDKI semakin dekat dengan persoalan riil yang dihadapi peternak, sekaligus memperkuat posisi peternakan rakyat sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.(*)
(herfir)
