Yang Panas Bukan Lapangannya, Tapi Suara Emak-emak! Adu Penalti RW 13 vs RW 05 Bikin Emosi di Pinggir Lapangan Memuncak

MAJALENGKA||MEDIA JURNALPOST— Riuh tepuk tangan bercampur teriakan memenuhi lapangan dadakan di Jalan Pahlawan, "Kampung Saé" Kelurahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Minggu sore (2/8/2026).

Turnamen futsal antar-RW kategori Usia 13 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tak hanya menyuguhkan aksi seru para pemain muda, tetapi juga "pertandingan" lain yang tak kalah menegangkan di luar garis lapangan.

Di dalam arena yang cukup sempit, anak-anak bermain penuh semangat. Adu kecepatan, saling dorong, hingga sesekali beradu sikut menjadi bagian dari dinamika pertandingan yang lumrah dalam olahraga futsal.

Semangat juang mereka membuat setiap menit pertandingan berlangsung sengit dan menghibur.

Namun, cerita berbeda justru tersaji di pinggir lapangan.

Para ibu yang datang memberi dukungan perlahan larut dalam suasana pertandingan.

Ketika anak mereka terjatuh, bola direbut lawan, atau wasit meniup peluit, emosi pun ikut naik turun.

Sorakan penyemangat berubah menjadi teriakan penuh emosi, bahkan sesekali diselingi komentar-komentar yang mengundang senyum penonton.

Maklum, bagi seorang ibu, anak yang sedang bertanding tetaplah "jagoan nomor satu".

Tak heran jika banyak yang berseloroh, pertandingan sesungguhnya justru terjadi di luar garis lapang, sementara anak-anak hanya menjadi pembuka acaranya.

Laga yang mempertemukan tim RW 13 dan RW 05 berlangsung ketat sejak peluit awal dibunyikan.

Kedua tim saling menyerang dan menampilkan permainan penuh determinasi hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Ketegangan memuncak. Penonton menahan napas, sementara para ibu tampak tak henti memanjatkan doa dan meneriakkan dukungan untuk buah hati mereka.

Akhirnya, RW 13 berhasil keluar sebagai pemenang setelah unggul dalam drama adu penalti.

Sorak kemenangan pun pecah di satu sisi lapangan, sementara tepuk tangan penghormatan diberikan kepada kedua tim yang telah menyuguhkan pertandingan penuh sportivitas dan semangat juang.

Turnamen futsal antar-RW ini menjadi bukti bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga ruang mempererat kebersamaan warga.

Dan jika ada satu pelajaran yang bisa dipetik hari ini, mungkin inilah: di lapangan yang bertanding adalah anak-anak, tetapi di pinggir lapangan, semangat para emak-emak sering kali terasa seperti final Piala Dunia.(*)

Gambar: Ilustrasi

Lebih baru Lebih lama