Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, sektor infrastruktur ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama untuk menerjemahkan visi Indramayu REANG: Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.
Bukan sekadar angka di atas kertas, pembangunan diarahkan pada infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga—mulai dari jalan yang menjadi urat nadi mobilitas, saluran air yang menopang pertanian dan mengantisipasi banjir, hingga penerangan jalan yang memberi rasa aman ketika malam tiba.
74,6 Kilometer Jalan Disentuh Pembangunan
Data Dinas PUPR Kabupaten Indramayu mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 74.658 meter atau sekitar 74,6 kilometer jalan yang telah ditangani.
Rinciannya meliputi 20.298 meter jalan lingkungan di kawasan permukiman warga, 31.200 meter jalan desa untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, serta 23.160 meter jalan kabupaten, termasuk sejumlah ruas strategis seperti Jatibarang–Lohbener–Balongan.
Angka tersebut menggambarkan satu hal: pembangunan jalan tidak hanya berhenti di pusat kota. Infrastruktur juga diarahkan masuk ke ruang-ruang kehidupan masyarakat, tempat aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, dan mobilitas warga berlangsung setiap hari.
Jalan yang baik bukan hanya persoalan aspal dan beton. Ia adalah jalur yang menghubungkan petani dengan pasar, anak-anak dengan sekolah, pekerja dengan tempat mencari nafkah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Air Dijaga, Pertanian Diperkuat
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada sektor sumber daya air dan irigasi.
Sepanjang periode tersebut, normalisasi sungai dan saluran pembuang mencapai 60.170 meter, sementara peningkatan jaringan irigasi permukaan mencapai 6.110 meter.
Program tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi persoalan banjir.
Langkah ini menjadi semakin strategis karena Pemkab Indramayu menargetkan produksi padi mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) pada 2026.
Bagi daerah yang kehidupan ekonominya sangat berkaitan dengan sektor pertanian, air bukan sekadar kebutuhan teknis. Air adalah urat nadi produksi, sementara irigasi yang berfungsi baik menjadi salah satu penentu keberlanjutan pangan dan kesejahteraan petani.
3.199 Titik PJU Tenaga Surya Ditargetkan
Pembangunan juga menyentuh aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.
Pemkab Indramayu menargetkan pemasangan 3.199 titik penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya hingga Desember 2026. Hingga Juli, proses pemasangan terus dilakukan, terutama pada lokasi yang dinilai rawan kecelakaan maupun rawan kriminalitas.
Penerangan jalan pada akhirnya bukan sekadar membuat jalan terlihat. Cahaya di ruang publik dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman, memperkuat mobilitas malam hari, sekaligus membuat masyarakat merasa bahwa ruang hidup mereka diperhatikan.
Lucky Hakim: Infrastruktur Fondasi Ekonomi
Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
“7 bulan ini kita fokus kerja di lapangan. Jalan harus mulus, air harus lancar, desa harus terang. Itu baru bisa disebut kerja untuk rakyat. Target kami 80 persen jalan rusak tuntas di akhir 2026.”
Sementara itu, Wakil Bupati Syaefudin menekankan bahwa pembangunan dilakukan dengan semangat pemerataan.
“Kami tidak pilih-pilih wilayah. Jalan lingkungan sampai jalan kabupaten kita kerjakan. Ini bentuk gotong royong kami untuk Indramayu yang lebih maju.”
Pernyataan tersebut menegaskan arah pembangunan yang ingin membawa manfaat tidak hanya bagi kawasan perkotaan, tetapi juga masyarakat di tingkat desa dan permukiman.
Kerja Nyata yang Harus Diuji oleh Manfaat
Tujuh bulan pembangunan tentu belum menjadi garis akhir. Infrastruktur pada akhirnya tidak hanya dinilai dari panjang jalan yang dibangun, jumlah saluran yang dinormalisasi, atau banyaknya titik lampu yang dipasang.
Ukuran paling penting adalah seberapa jauh pembangunan itu mengubah kehidupan masyarakat.
Apakah perjalanan warga menjadi lebih mudah? Apakah hasil pertanian semakin lancar menuju pasar? Apakah risiko banjir dapat ditekan? Apakah malam hari menjadi lebih aman? Dan yang paling penting, apakah pembangunan benar-benar dirasakan hingga pelosok?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi agenda pembangunan Indramayu.
Dengan capaian Januari–Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan optimistis percepatan pembangunan infrastruktur akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Sebab pada akhirnya, kerja nyata bukan hanya tentang seberapa banyak proyek yang selesai, tetapi tentang seberapa besar perubahan yang dirasakan rakyat.(*)
(Muslim)
