Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar sekaligus menandai perjalanan pendidikan selama satu tahun ajaran.
Berbagai rangkaian kegiatan ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari bazar karya siswa, festival seni, pelepasan siswa kelas IX, hingga kenaikan kelas bagi peserta didik kelas VII dan VIII. Seluruh kegiatan dirancang sebagai wadah apresiasi terhadap potensi dan bakat siswa.
Kepala SMPN 2 Panyingkiran, Irwan Nugraha, M.Pd., menjelaskan bahwa Gelar Karya merupakan puncak hasil kegiatan kokurikuler yang telah dilaksanakan selama satu semester.
“Yang pertama ada hasil akhir dari kegiatan kokurikuler selama satu semester. Jadi ada bazar, kemudian ada festival seni, kemudian ada perpisahan atau pelepasan kelas IX dan kenaikan kelas VII dan VIII. Cuma ini intinya kegiatan dari siswa dan untuk siswa,” ujar Irwan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni akhir tahun, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kreativitas, serta kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
Di tengah suasana penuh kebanggaan itu, SMPN 2 Panyingkiran juga mencatat capaian membanggakan dalam kelulusan tahun ajaran 2025/2026. Seluruh siswa kelas IX dinyatakan lulus dan berhasil menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama.
“Semua siswa lulus. Namun ada enam orang yang secara ekonomi kurang dan mereka memilih untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal PKBM,” ungkap Irwan.
Prestasi lainnya terlihat dari keberhasilan para lulusan yang diterima di sekolah-sekolah unggulan.
Dari total 197 lulusan, sebanyak 40 siswa berhasil menembus Sekolah Manusia Unggul (Sekolah Maung).
Seperti diketahui, Sekolah Maung adalah konsep transformasi pendidikan di Jawa Barat yang digagas oleh pemerintah provinsi.
“Tiga orang diterima di SMAN 1 Majalengka dan 37 orang diterima di SMKN 1 Majalengka dengan berbagai program studi yang berbeda,” jelasnya dengan penuh rasa syukur.
Kegiatan Gelar Karya tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Rd. Muhammad Umar Ma'ruf. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya sekolah dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Dalam kesempatan itu, Kadisdik juga meninjau perkembangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 2 Panyingkiran. Ia menanyakan langsung kondisi pendaftaran peserta didik baru yang tengah berlangsung.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa tahun ini tersedia enam rombongan belajar dengan kapasitas sebanyak 192 siswa.
Menariknya, hingga hari ketiga pembukaan pendaftaran, jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang tersedia meskipun proses penerimaan masih terus dibuka.
Menanggapi tingginya minat masyarakat, Kadisdik memberikan arahan agar sekolah tetap mematuhi ketentuan jumlah rombongan belajar.
Ia menegaskan bahwa kelebihan kapasitas dapat menimbulkan risiko administratif yang berdampak pada hak-hak dasar peserta didik.
“Jangan sampai kapasitas rombongan belajar dilebihkan. Karena akan berkaitan dengan Dapodik dan berisiko besar terhadap pemenuhan hak-hak dasar pendidikan peserta didik,” tegasnya.
Melalui Gelar Karya ini, SMPN 2 Panyingkiran tidak hanya merayakan kelulusan dan kenaikan kelas, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi yang kreatif, berprestasi, dan siap berkarya.
Sebuah pesan kuat bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang lulus sekolah, melainkan tentang menyiapkan anak-anak untuk berjaya dalam kehidupan.(*)
