Saat Tanah Retak, Empati Datang Menyapa: Polres Majalengka Menguatkan Korban Longsor Garawastu


Majalengka || MEDIA JURNALPOST—
Hujan yang turun tanpa jeda selama tiga hari meninggalkan jejak duka di Desa Garawastu, Kecamatan Sindang.


Tanah yang tak lagi mampu menahan beban akhirnya runtuh, merenggut rasa aman dan merobohkan sebagian rumah warga.


Di tengah suasana pilu itu, hadir uluran empati dari Polres Majalengka, membawa harapan di antara puing dan doa.


Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan, Polres Majalengka menyalurkan bantuan kepada korban bencana tanah longsor pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di rumah korban Blok Jumat RT 002 RW 005 Desa Garawastu.


Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., kepada warga yang terdampak musibah akibat curah hujan ekstrem.


Dalam keterangannya, AKBP Rita Suwadi menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang kemanusiaan dan empati.


“Bantuan ini adalah ungkapan kepedulian kami kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Semoga dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” tuturnya dengan penuh simpati.


Diketahui, bencana tanah longsor tersebut terjadi pada 1 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut.


Kondisi tanah yang labil menyebabkan longsoran yang merusak sebagian struktur rumah warga, meninggalkan duka dan kekhawatiran.


Penyerahan bantuan kemanusiaan diwakili oleh Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Majalengka IPDA Haris Giri Sampan, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Polsubsektor Sindang Polsek Sukahaji AIPDA Pedi Pedillah, S.IP., Brigadir Rizal Solehudin, serta Kepala Desa Garawastu Subhan.


Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa para korban tidak sendiri menghadapi cobaan ini.


Melalui langkah kecil namun bermakna tersebut, Polres Majalengka menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat—menjadi pengayom, pelindung, sekaligus sahabat dalam duka.


Di Garawastu, bantuan itu bukan sekadar barang, melainkan pesan bahwa harapan selalu menemukan jalannya, bahkan setelah tanah runtuh oleh hujan.(*)


Lebih baru Lebih lama