Dedi Mulyadi Peluk Warga Malausma, Siapkan Hunian Aman: Dari Luka Tanah Bergerak Menuju Harapan Baru

MAJALENGKA || MEDIA JURNALPOST– Langit Malausma seakan menyimpan duka ketika tanah di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, bergerak perlahan namun pasti, mengusik ketenangan dan meretakkan rumah-rumah yang selama ini menjadi tempat bernaung harapan.

Di tengah kegelisahan itu, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM, hadir menapaki tanah yang terbelah, Kamis (19/2/2026).

Didampingi Bupati Majalengka, Eman Suherman, serta jajaran Forkopimda, ia tidak hanya meninjau retakan bumi—ia mendengar degup cemas warganya.

Di Balai Desa Sukadana, KDM duduk sejajar dengan para korban terdampak. Tatapannya menyiratkan empati, suaranya mengandung ketegasan. 

Ia memastikan setiap keluarga terdampak akan menerima bantuan tunai sebesar Rp10 juta sebagai langkah awal untuk meringankan beban yang mendadak menghimpit kehidupan mereka.

Namun komitmennya tak berhenti pada bantuan sesaat. Dengan visi yang melampaui penanganan darurat, KDM menginisiasi penataan ulang kawasan pemukiman dengan konsep Kampung Wisata—sebuah gagasan yang sebelumnya telah ia wujudkan di Sukabumi.

Ia merencanakan pembangunan rumah panggung berbahan kayu, dengan alokasi Rp40 juta per unit.

Rumah-rumah itu, menurutnya, bukan sekadar bangunan. Ia ingin menghadirkan hunian yang ringan, lentur, dan tahan gempa—menonjolkan kearifan tradisional namun tetap kokoh dan fungsional.

“Rumah yang akan dibangun berbahan kayu agar lebih ringan dan tahan gempa. Kita ingin warga bisa kembali tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar KDM.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan rumah berbahan kayu tersebut.

Tak hanya itu, dana Rp1 miliar tambahan juga disiapkan untuk mendukung perbaikan infrastruktur melalui program Karya Bakti bersama Kodim setempat.

“Saya akan siapkan dana 1 miliar rupiah, nanti dikerjakan oleh Kodim melalui program Karya Bakti. Kita tata jalannya, kita buat rumahnya yang bagus. Kampung ini harus berubah menjadi Kampung Wisata,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Eman Suherman menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk segera menyiapkan lahan relokasi yang aman, tidak jauh dari Desa Sukadana, namun terbebas dari potensi pergerakan tanah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah peduli dan terjun langsung meninjau lokasi bencana. Pemkab Majalengka siap menyediakan lahan relokasi yang aman bagi warga,” ungkapnya.

Di antara warga yang terdampak, Rohman tak mampu menyembunyikan rasa haru. Baginya, kehadiran gubernur dan bupati bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bukti bahwa negara hadir di saat rakyatnya diguncang musibah.

“Kami merasa diperhatikan. Terima kasih karena pemerintah cepat merespons bencana ini,” tuturnya lirih.

Pergerakan tanah di Blok Godabaya menjadi pengingat bahwa alam memiliki bahasanya sendiri—kadang lembut, kadang mengguncang. Namun di balik retakan bumi, tumbuh pula tekad untuk membangun kembali dengan lebih bijak dan tangguh.

Dari tanah yang bergerak, harapan pun ikut digerakkan. Dari luka yang menganga, lahir komitmen untuk menata ulang kehidupan—agar Malausma tak lagi sekadar dikenang sebagai wilayah terdampak bencana, tetapi sebagai kampung yang bangkit, berdaya, dan bermartabat.(*)

Lebih baru Lebih lama