Majalengka,Media Jurnal Post- Desa Kedungsari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka mendapatkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia menyediakan bantuan Sarana Air Bersih (SAB) dan sanitasi layak sebagai bentuk komitmen ESG, yang menargetkan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.program ini telah menyalurkan bantuan di 232 titik, mencakup sumur bor, penampungan air, dan perpipaan.yang bertempat di Desa Kedungsari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka."Jum'at (30/01/2026).
PT. Telkom Indonesia selaku Perusahaan BUMN memiliki program TJSL yang terbagi dalam 4 pilar utama, yaitu ekonomi, lingkungan, sosial, serta hukum dan tata kelola. Program sarana air bersih termasuk ke salah satu pilar TJSL yakni pilar lingkungan dan sosial.
Stafsus Presiden Bidang UMKM dan ekonomi digital, Tiar N Karbala menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari Program Government and Social Responsibility for Sustainable Living (PGSL) sebagai bentuk komitmen Program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Selain program dari Presiden RI Prabowo Subianto, kami juga terbuka untuk penyesuaian di daerah. Jika Pemda punya lokasi prioritas, kami siap bersinergi,” ujarnya.
Tiar N Karbala mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas agar tidak terbengkalai setelah peresmian.Program ini bertujuan mengatasi kekeringan, mengurangi beban masyarakat untuk mendapatkan air bersih, dan meningkatkan kesehatan lingkungan.
“Kami hadir bukan tiba-tiba. Ini hasil kerja sama dan komunikasi yang panjang. Mari jaga dan manfaatkan MCK dan SAB ini dengan baik, terutama di musim kemarau,” katanya.
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi kepada Telkom dan LAZ Harapan Dhuafa atas sinergi yang sejalan dengan visi Pemkab Majalengka dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan hal main-main.Program ini sejalan dengan Visi Misi Majalengka Langkung SAE yang sama—yaitu peduli terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat. Saya yakin, jika fasilitas ini terus dijaga, manfaatnya akan sangat besar, terutama dalam menghadapi musim kemarau,” ujarnya.
Eman Suherman menekankan bahwa ini sangat mendukung program ABRI (Asri, Bersih, Rapi, Indah) dan BKW (Bersih, Kering, Wangi) yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk komitmen kami terhadap gerakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ini bagian dari kesehatan lingkungan dan budaya hidup bersih,” tegas Eman Suherman.
Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk merawat dan menjaga fasilitas yang telah dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi musim kemarau
Sementara Itu, Camat Ligung Abdul Goni mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. Menurut mereka, program ini telah meringankan beban warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Namun mereka berharap agar pipanisasi bisa diteruskan hingga ke rumah-rumah warga.
"Penyediaan air bersih adalah kebutuhan pokok dan sangat vital, terutama di musim kemarau. Kehadiran jaringan air bersih di Desa Kedungsari ini sangat tepat waktu dan menjadi solusi nyata bagi warga,”Pungkasnya
Abdul Goni Apresiasi tinggi atas kepedulian kolaborasi Pemkab Majalengka dan Telkom menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah daerah dan BUMN. Selain bidang air, Telkom disebut juga berperan dalam penguatan jaringan internet dan rencana kerja sama strategis lainnya.
"Akses air bersih yang lebih baik membawa dampak positif bagi kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, dalam infrastruktur air bersih harus menjadi prioritas dalam pembangunan berkelanjutan." Ucap Abdul Goni. (*)


